2400 Ekor Elang Jawa Dijual Bebas di Medsos

  • Share
Gambar elang jawa (Nisaetus bartelsi) | Foto: Pixabay
Gambar elang jawa (Nisaetus bartelsi) | Foto: Pixabay

Gardaanimalia.com – Kerusakan habitat dan konversi hutan telah mengancam keberlangsungan hidup elang jawa (Nisaetus bartelsi).

Tidak hanya itu saja, angka perburuan liar dan perdagangan ilegal yang sangat tinggi juga menjadi penyumbang ancaman besar bagi populasi jenis raptor ini.

Ketua Raptor Indonesia, Zaini Rakhman mengatakan bahwa perburuan ilegal burung yang terancam punah ini masih sangat masif, dikutip dari sindonews.com, Selasa (2/11).

Terhitung sejak tahun 2005, berdasarkan pemantauan bersama BKSDA dan sejumlah elemen lembaga peduli lingkungan, populasi elang jawa ada 435 pasang tersebar di seluruh habitatnya di pulau Jawa.

Akan tetapi, angka ini menurun hingga 326 pasang pada tahun 2010. Pun pada tahun-tahun berikutnya, dalam kurun waktu 5 tahun populasi satwa langka satu ini menurun secara drastis hingga hanya tersisa 110 pasang.

Menurutnya, hal tersebut diperkuat dengan fakta mengejutkan yang mereka temukan bahwa selain ratusan ekor diburu, juga terdapat sekitar 2400 ekor diperdagangkan di media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, hingga Instagram.

Elang ini dijual dengan harga yang beragam, mulai dari Rp500 ribu hingga mencapai Rp8 jutaan, tergantung pada ukuran sang elang.

Satu tahun penjualan dapat mencapai 240 ekor. Itu hanya yang terhitung secara online, belum yang diperdagangkan secara langsung melalui pasar-pasar.

“Satu tahun dijual 240 ekor, termasuk diantaranya 127 ekor elang Jawa. Itu dari online kalau yang perburuannya kita nggak tahu gimana,” ungkap Zaini Rakhman.

Walaupun belum diketahui secara pasti berapa angka perburuan illegal hewan dilindungi tersebut, namun beberapa pemburu yang diketahui telah ditindak melalui Mabes Polri, tambahnya.

Sementara itu, dilansir dari Jatim iNews, Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Novita Kusuma Wardhani mengungkapkan ada 37 ekor elang jawa yang masih berada di kawasan.

BACA JUGA:
Karantina Amankan Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Kucing Anggora

Burung langka tersebut tersebar pada empat titik berbeda yang masih berada di TNBTS.

“35 yang hasil jumlah elang Jawa hasil pantauan teman-teman ada 35. Kemudian ditambah dua kali pelepasliaran, satu kemarin di Lumajang, dan sekarang jadi 37, mudah-mudahan bertambah,” pungkasnya.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments