52 Ekor Burung Perkutut dan Elang Dilepasliarkan di Bukit Sembulang

  • Share
Burung elang bernama Lebang dan Kadita berada di dalam kandang sebelum dilakukan pelepasan ke alam bebas. | Foto: Dok. KSDAE KLHK
Burung elang bernama Lebang dan Kadita berada di dalam kandang sebelum dilakukan pelepasan ke alam bebas. | Foto: Dok. KSDAE KLHK

Gardaanimalia.com – Lima puluh ekor burung perkutut (Geopelia striata) dan dua ekor elang laut perut putih (Haliaetus leucogaster) dilepasliarkan di Taman Buru Pulau Rempang, Bukit Sembulang, Kota Batam, Sabtu (27/11).

Kegiatan pelepasliaran tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu upaya untuk menjaga populasi dan kelestarian burung elang dan perkutut di alam bebas.

Purwanto, Perwakilan BKSDA Provinsi Kepulauan Riau dan Riau mengungkapkan bahwa pelepasliaran yang dilakukan sebagai upaya konservasi satwa.

Dalam hal ini, ujar Purwanto, pihaknya berkolaborasi dengan PT Timah Tbk. Hal tersebut dilakukan karena perusahaan juga memiliki program yang sama terkait pelestarian satwa.

“Kami bekerja sama dengan PT Timah Tbk karena memiliki program yang sama dengan kita untuk melakukan konservasi dan juga menjaga keseimbangan alam serta melestarikan hewan endemik ini,” imbuhnya.

Adapun satwa yang dikembalikan ke habitatnya, yaitu dua ekor elang laut berjenis kelamin jantan bernama Lebang dan betina bernama Kadita.

Sebelumnya, diketahui bahwa kedua satwa tersebut merupakan elang laut yang diserahkan warga Jawa Timur ke BBKSDA Jawa Timur pada 15 April dan 8 Juni 2021 lalu.

Elang laut perut putih itupun kemudian diserahkan ke BKSDA Riau, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II, Batam pada 20 November tahun ini.

Pelepasliaran itu juga dilakukan untuk ikut serta memeriahkan kegiatan Pelangi Nusantara 2021 yang dilaksanakan di Bukit Gendang, Taman Buru Pulau Rempang.

Lokasi tersebut adalah kawasan konservasi di bawah pengelolaan BBKSDA Riau yang mempunyai potensi keanekaragaman hayati cukup tinggi.

Selain pelepasan burung perkutut dan burung elang laut perut putih, dalam kegiatan itu juga dilakukan aksi penanaman pohon, serta perlombaan olahraga kedirgantaraan paralayang.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno.

BACA JUGA:
199 Burung Endemik Maluku Dilepasliarkan Oleh BKSDA

Ia didampingi oleh Marsekal Muda TNI Bowo Budiarto, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Marlin Agustina Rudi, Walikota Batam Muhammad Rudi, Sekditjen KSDAE Suharyono, dan PLT Kepala Balai Besar KSDAE Riau Fifin Arfiana.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments