Berita  

9 Individu Orangutan Asal Indonesia Direpatriasi dari Malaysia

9 Individu Orangutan Asal Indonesia Direpatriasi dari Malaysia
Ilustrasi orangutan (Pongo sp.). Foto: Wikipedia/Kabir Bakie

Gardaanimalia.com – Sembilan ekor orangutan (Pongo sp.) yang berasal dari Indonesia siap untuk direpatriasi dari Malaysia. Rencananya orangutan yang berada di National Wildlife Rescue Center (NWRC) di Sungkai, Perak, Malaysia, akan dibawa ke Indonesia pada hari Kamis (17/12/2020). Rute yang akan ditempuh yakni Kuala Lumpur-Jakarta-Medan.

Setelah tiba di Jakarta dan diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sembilan orangutan itu rencananya tak akan langsung diterbangkan ke Medan. Mereka akan diistirahatkan terlebih dahulu di Jakarta selama satu malam. NWRC juga sudah mempersiapkan berbagai hal termasuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan seluruh orang utan untuk menempuh penerbangan yang cukup panjang.

Sebelum dikirim ke Indonesia, sudah ada proses repatriasi di taman nasional, Perak, Malaysia. Acara yang diadakan pada Rabu (16/12/2020) tersebut dihadiri oleh Agung Cahaya Sumirat yang mewakili Duta Besar RI untuk Pemerintah Malaysia dan Wakil Dirjen Perlindungan Margasatwa dan Taman Negara (Pehilitan) Dato’ Fakhrul Hatta Bin Musa.

Baca juga: Akhirnya Jambi Resmi Memiliki Tempat Penyelamatan Satwa

“Program repatriasi sembilan orangutan yang masuk Malaysia secara ilegal sejak 2019 ini mencerminkan eratnya kerja sama kedua negara di bidang konservasi dan perlindungan satwa,” ungkap Dato’ Fakhrul Hatta Bin Musa.

Ia berharap agar ke depannya hubungan antara kedua negara juga semakin meningkat.

Agung Cahaya Sumirat yang mewakili Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia terutama Kementerian Tenaga dan Sumber Asli (KeTSA) dan National Wildlife Rescue Centre (NWRC) yang menyukseskam program repatriasi ini.

“Ini merefleksikan komitmen yang kuat dari Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Malaysia terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati, utamanya perlindungan terhadap satwa-satwa langka yang dilindungi di bawah payung Convention on International Trade in Endangered Species (CITES),” ungkap Agung.

BACA JUGA:
Satwa Dilindungi Milik Ketua MPC PP Binjai Dirawat di Pusat Penyelamatan Satwa
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments