Berita  

BBTNKS Ungkap Penyebab Kematian Harimau Citra

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Citra Kartini ditemukan mati di Wilayah Desa Baru Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. | Foto: Int/BeritaNasional
Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Citra Kartini ditemukan mati di Wilayah Desa Baru Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. | Foto: Int/BeritaNasional

Gardaanimalia.com – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ungkap penyebab kematian Citra Kartini, harimau sumatera yang ditemukan di wilayah Desa Baru Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci.

Satwa yang berasal dari Suaka Satwa (sanctuary) Barumun, Sumatera Utara tersebut dievakuasi oleh tim gabungan pada pukul 16.00 WIB dan tiba di Kantor Balai Besar TNKS pada pukul 22.00 WIB.

Tim itu terdiri dari Tiger Protection Conservation Unit (TPCU) dari Balai Besar TNKS bersama PHS-KS & MHS-KS Fauna Flora International-Indonesia Programme (FFI-IP).

Selanjutnya, dilakukan nekropsi terhadap kadaver oleh drh. Dwi Sakti Nusantara dan drh. Kenda Adhitya Nugraha untuk mengetahui penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, harimau sumatera didiagnosa SEPSIS, yaitu suatu kondisi di mana semua organ mengalami pendarahan dan ditandai dengan tanda pucat pada selaput organ.

Kemudian, simpulan dari perubahan-perubahan pada organ tubuh Citra tersebut menunjukkan adanya peradangan pada hati, ginjal, paru, pembesaran jantung (penebalan otot jantung) dan kekurangan cairan tubuh, serta anemia akut.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan oleh Balai Besar TNKS, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Citra, maka beberapa sampel organ akan dikirim untuk uji laboratorium di Balai Veteriner Bukit Tinggi.

Kepala Balai Besar TNKS, Pranoto Puroso menuturkan, bahwa pihaknya begitu merasa kehilangan dengan kematian seekor harimau sumatera bernama Citra Kartini.

“Kami, Balai Besar TNKS sangat bersedih dan merasa kehilangan atas kematian harimau sumatera Citra Kartini,” ujarnya pada Jumat (22/7).

Selain itu, dia juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pemantauan, pengamanan dan evakuasi Citra.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dan besar harapan kami kejadian kematian satwa liar terutama harimau sumatera tidak terulang kembali,” kata Pranoto.

BACA JUGA:
Pemuda Ngaku Wartawan Diduga Hendak Curi Kumis Harimau

Ia menambahkan, bahwa rencana selanjutnya, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan monitoring harimau sumatera bernama Surya Manggala, satwa yang dilepasliarkan bersama dengan Citra.

Sebelumnya, tiga hari usai dilepasliarkan dan dipasang GPS collar, pada tanggal 17-18 Juli 2022 pantauan data GPS Citra tidak menunjukkan pergerakan.

Mengetahui hal tersebut, tim TPCU pun melakukan pengecekan lapangan ke lokasi titik GPS pada tanggal 19 Juli 2022 dan pada pukul 13.11 WIB, sekitar 800 meter dari batas kawasan TNKS, tim menemukan Citra dalam keadaan mati.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments