BKSDA Aceh Tangani Gajah di Daerah Rawan Konflik

  • Share
Gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis). | Foto: PIxabay
Gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis). | Foto: Pixabay

Gardaanimalia.com – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dibantu oleh warga dan Conservation Response Unit (CRU) melakukan penanganan untuk menindaklanjuti terkait konflik gajah di Bener Mariah pada 6 November lalu.

Upaya penanganan dilakukan dengan cara melakukan penggiringan terhadap kawanan gajah agar dapat dipindahkan ke koridornya.

“Pihak BKSDA bersama masyarakat terus melakukan upaya penggiringan translokasi, memindahkan kawanan gajah dari tempat yang tidak tersekat ke tempat yang tersekat,” ungkap Kepala BKSDA Aceh, Agus Rianto, Minggu (7/11) dikutip dari acehsatu.com.

Agus memaparkan, upaya penanganan yang telah dilakukan adalah memasang pagar listrik kejut atau power fencing dengan tujuan menghalau gangguan untuk minimalisir konflik gajah liar.

Sedangkan untuk memantau pergerakan gajah, tim bersama mitra membuat barir dan melakukan pemasangan GPS Collar.

Diketahui sampai saat ini, pihak BKSDA bersama mitra sudah memasang sekitar 65 KM listrik kejut di beberapa titik daerah di Aceh yang dinilai rawan terjadi konflik gajah, termasuk di Bener Meriah.

“Di Bener Meriah kawanan gajah telah terbelah dua kelompok, satu kawanan atau kelompok telah berhasil dipasang GPS Collar, yang merusak rumah kemaren itu kelompok gajah yang tiga ekor. Sedangkan kawanan satu lagi telah berhasil kita pasang GPS Collar sehingga kita bisa memantau pergerakannya” imbuh Agus.

Ia pun melanjutkan, bahwa penanganan sedang dilakukan secara komprehensif dan untuk daerah rawan konflik seperti Bener Meriah dibangun koridor.

Guna membahas sinkronisasi program penyelesaian konflik gajah tersebut, Agus mengatakan bahwa dirinya telah duduk bersama tim satgas terdiri dari dinas lintas sektoral yang selanjutnya dibuatkan SK oleh Gubernur Aceh.

“Sebelumnya juga telah kita bahas tentang roadmap menyelesaikan konflik gajah, tidak hanya di Bener Meriah, akan tetapi seluruh Kabupaten di Aceh yang memiliki intensitas konflik gajah,” tutur Agus menambahkan.

BACA JUGA:
Kasus Pembunuhan Gajah Bunta Masuk Tahap Persidangan
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments