Satu ekor kambing ternak digunakan untuk memancing harimau sumatera masuk kandang jebak.

Satu ekor kambing ternak digunakan untuk memancing harimau sumatera masuk kandang jebak.

Anggota Patroli Anak Nagari (Pagari) mengamankan lokasi tempat harimau sumatera.

Anggota Patroli Anak Nagari (Pagari) mengamankan lokasi tempat harimau sumatera.

Tim Wildlife Rescue Unit dari BKSDA Sumatera Barat, Pagari, TNI, Polri dan masyarakat melakukan evakuasi harimau sumatera berjenis kelamin betina yang masuk ke dalam kandang jebak pada Selasa (11/8/2026).

Tim Wildlife Rescue Unit dari BKSDA Sumatera Barat, Pagari, TNI, Polri dan masyarakat melakukan evakuasi harimau sumatera berjenis kelamin betina yang masuk ke dalam kandang jebak pada Selasa (11/8/2026).

Proses evakuasi harimau sumatera dari lokasi konflik menuju kandang transpor.

Proses evakuasi harimau sumatera dari lokasi konflik menuju kandang transpor.

Tim Dokter Hewan BKSDA Sumatera Barat menyiapkan suntikan bius untuk proses pembiusan satu ekor harimau sumatera.

Tim Dokter Hewan BKSDA Sumatera Barat menyiapkan suntikan bius untuk proses pembiusan satu ekor harimau sumatera.

Tim dokter hewan melakukan proses medical check up pertama harimau sumatera berjenis kelamin betina yang masuk ke dalam kandang jebak.

Tim dokter hewan melakukan proses medical check up pertama harimau sumatera berjenis kelamin betina yang masuk ke dalam kandang jebak.

Tim dokter hewan melakukan proses medical check up pertama harimau sumatera berjenis kelamin betina yang masuk ke dalam kandang jebak.

Tim dokter hewan melakukan proses medical check up pertama harimau sumatera berjenis kelamin betina yang masuk ke dalam kandang jebak.

Tahapan selanjutnya harimau akan menjalani rehabilitasi sebelum kemudian dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

Tahapan selanjutnya harimau akan menjalani rehabilitasi sebelum kemudian dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

Harimau Masuk Sekolah: Ketika Ruang Hidup Manusia dan Satwa Bertemu

Dipublikasikan: 14 Agustus 2026

Bagikan:
Gardaanimalia.com - Seketika mata orang-orang tertuju ke bagian belakang SD Negeri 10 Palimbatan. Rupanya malam itu, Selasa (11/8/2026), seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terperangkap dalam box trap.Kandang besi itu dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat setelah kemunculan harimau berulang kali di sekitar permukiman dan kawasan sekolah beberapa hari sebelumnya.  
Harimau itu tidak datang sebagai tontonan. Ia datang karena ruang hidupnya dan ruang hidup manusia telah berada dalam jarak yang semakin dekat. Sebelumnya, harimau itu dilaporkan memangsa ternak warga. Kemunculannya di sekitar sekolah dan permukiman padat penduduk, membuat persoalan itu tidak lagi sekadar kehilangan ternak. Ada keselamatan manusia yang ikut dipertaruhkan.  
Di balik kandang besi itu, tidak ada pemenang. Warga kehilangan ketenangan, ternak menjadi korban, sementara harimau harus meninggalkan wilayah yang mungkin selama ini menjadi bagian dari jalur jelajahnya. Pada akhirnya, perangkap hanya menyelesaikan satu kejadian. Persoalan sesungguhnya tetap berada di luar kandang. Bagaimana manusia dan harimau sumatera dapat berbagi ruang tanpa harus selalu berakhir pada konflik. Apakah bisa terwujud?
Fotografer:

Andri Mardiansyah

CC-BY-NC-SA