Pagi itu hujan cukup lebat dan berangin. Sambil menunggu hujan reda, kami singgah di warung-warung di pinggir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang. Untuk mengisi waktu, fasilitator dari Burung Indonesia dan Wetlands International Indonesia memberikan pembukaan tentang kegiatan yang akan kami jalani.
Tujuan kami adalah Pulau Rambut, sebuah pulau kecil di gugusan Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta yang selalu penarik para pengamat dan peneliti burung untuk datang dan kembali datang.
Kali ini, sekitar 30 orang berkumpul di Pulau Rambut untuk berkontribusi dalam Asian Waterbirds Census (AWC) 2026. Sensus ini bertujuan untuk memantau kesehatan lahan basah dan burung air melalui sensus yang dilakukan secara konsisten selama 40 tahun di 27 negara di Asia.
Hujan mereda, kapal nelayan yang kami tumpangi berlayar.
Sampai di Pulau Rambut, kami disambut burung-burung yang hilir mudik: ada yang sibuk menukik dan menceburkan diri ke laut untuk makan, ada yang terbang dengan rerumputan di paruhnya untuk membangun sarang.
Semua peserta mengambil posisi, mempersiapkan kamera dan catatan!









