Peneliti Burung Indonesia Ridha (kiri), Constituency Development Officer Burung Indonesia Debby (tengah), dan Koordinator AWC Indonesia 2026 Yaumud (kanan), memberikan arahan kepada peserta di Pantai Tanjung Pasir, ditemani tempias hujan yang sedikit membuat menggigil.

Peneliti Burung Indonesia Ridha (kiri), Constituency Development Officer Burung Indonesia Debby (tengah), dan Koordinator AWC Indonesia 2026 Yaumud (kanan), memberikan arahan kepada peserta di Pantai Tanjung Pasir, ditemani tempias hujan yang sedikit membuat menggigil.

Kami menyeberang selama sekitar 30 menit. Setelah itu, kapal bersandar dan Pulau Rambut menyambut. Dermaganya menjadi salah satu spot favorit untuk mengamati berbagai jenis burung air yang berterbangan di sekitar pulau.

Kami menyeberang selama sekitar 30 menit. Setelah itu, kapal bersandar dan Pulau Rambut menyambut. Dermaganya menjadi salah satu spot favorit untuk mengamati berbagai jenis burung air yang berterbangan di sekitar pulau.

Pecuk padi hitam, bulunya hitam mengkilap terpapar matahari. Tanpa ragu ia terbang di udara lalu dalam sekejap menerjunkan diri ke laut untuk mencari makan.

Pecuk padi hitam, bulunya hitam mengkilap terpapar matahari. Tanpa ragu ia terbang di udara lalu dalam sekejap menerjunkan diri ke laut untuk mencari makan.

Dua ekor pecuk padi hitam yang membawa rerumputan untuk membangun sarang. Burung ini memiliki kemampuan terbang dan berenang yang baik untuk mendukungnya mencari makan di laut yang terkadang berangin kencang.

Dua ekor pecuk padi hitam yang membawa rerumputan untuk membangun sarang. Burung ini memiliki kemampuan terbang dan berenang yang baik untuk mendukungnya mencari makan di laut yang terkadang berangin kencang.

Dua bangau bluwok bermanuver di udara. Persebaran bluwok di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Ia berstatus terancam (endangered) dalam IUCN Red List.

Dua bangau bluwok bermanuver di udara. Persebaran bluwok di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Ia berstatus terancam (endangered) dalam IUCN Red List.

Pulau Rambut memiliki satu menara pengamatan. Di atas menara setinggi sekitar 15 meter ini, para pengamat bisa mendapatkan jangkauan pandang yang sangat luas. Alat pengamatan seperti binokuler atau monokuler (seperti pada gambar) dapat membantu peserta mengamati burung dengan jarak sangat jauh.

Pulau Rambut memiliki satu menara pengamatan. Di atas menara setinggi sekitar 15 meter ini, para pengamat bisa mendapatkan jangkauan pandang yang sangat luas. Alat pengamatan seperti binokuler atau monokuler (seperti pada gambar) dapat membantu peserta mengamati burung dengan jarak sangat jauh.

Para peserta dan fasilitator berkumpul untuk menceritakan jenis dan jumlah burung yang dicatat selama pengamatan di beberapa titik di Pulau Rambut.

Para peserta dan fasilitator berkumpul untuk menceritakan jenis dan jumlah burung yang dicatat selama pengamatan di beberapa titik di Pulau Rambut.

Sebuah keberuntungan! Kami bertemu dengan puluhan burung air berbagai spesies saat berlayar pulang. Para peserta antusias untuk kembali memotret.

Sebuah keberuntungan! Kami bertemu dengan puluhan burung air berbagai spesies saat berlayar pulang. Para peserta antusias untuk kembali memotret.

Burung air sedang bertengger di atas bambu-bambu yang tertancap di tengah laut dekat dengan Pulau Rambut.

Burung air sedang bertengger di atas bambu-bambu yang tertancap di tengah laut dekat dengan Pulau Rambut.

Dua ekor cikalang christmas yang merupakan migran dari Pulau Christmas, Australia, sedang bertengger di tengah cuaca sore yang cerah.

Dua ekor cikalang christmas yang merupakan migran dari Pulau Christmas, Australia, sedang bertengger di tengah cuaca sore yang cerah.

Memotret, Mencatat, dan Memaknai Sensus Burung Air

Dipublikasikan: 5 Februari 2026

Bagikan:

Pagi itu hujan cukup lebat dan berangin. Sambil menunggu hujan reda, kami singgah di warung-warung di pinggir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang. Untuk mengisi waktu, fasilitator dari Burung Indonesia dan Wetlands International Indonesia memberikan pembukaan tentang kegiatan yang akan kami jalani.

Tujuan kami adalah Pulau Rambut, sebuah pulau kecil di gugusan Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta yang selalu penarik para pengamat dan peneliti burung untuk datang dan kembali datang. 

Kali ini, sekitar 30 orang berkumpul di Pulau Rambut untuk berkontribusi dalam Asian Waterbirds Census (AWC) 2026. Sensus ini bertujuan untuk memantau kesehatan lahan basah dan burung air melalui sensus yang dilakukan secara konsisten selama 40 tahun di 27 negara di Asia.

Hujan mereda, kapal nelayan yang kami tumpangi berlayar. 

Sampai di Pulau Rambut, kami disambut burung-burung yang hilir mudik: ada yang sibuk menukik dan menceburkan diri ke laut untuk makan, ada yang terbang dengan rerumputan di paruhnya untuk membangun sarang. 

Semua peserta mengambil posisi, mempersiapkan kamera dan catatan!


Fotografer:

Bayu Nanda

CC-BY-NC-SA