Ia menyiapkan menyiapkan peralatan yang tersusun di bagian belakang mobilnya sebelum melakukan penelitian penghitungan ulang udang purba jawa (Stenasellus javanicus) di Gua Cikarae, Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Ia menyiapkan menyiapkan peralatan yang tersusun di bagian belakang mobilnya sebelum melakukan penelitian penghitungan ulang udang purba jawa (Stenasellus javanicus) di Gua Cikarae, Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Ialah Cahyo Rahmadi namanya. Peneliti spesialis arthropoda atau hewan yang mencakup serangga ini bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia sudah memiliki hobi sebagai penelusur gua sejak tahun 90-an.

Ialah Cahyo Rahmadi namanya. Peneliti spesialis arthropoda atau hewan yang mencakup serangga ini bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia sudah memiliki hobi sebagai penelusur gua sejak tahun 90-an.

Pengambilan sampel udang purba jawa menggunakan sendok kecil agar tidak melukai dan memudahkan pengambilan spesies. Udang purba jawa berukuran 7-10 milimeter.

Pengambilan sampel udang purba jawa menggunakan sendok kecil agar tidak melukai dan memudahkan pengambilan spesies. Udang purba jawa berukuran 7-10 milimeter.

Cahyo Rahmadi memasukkan sampel udang purba yang didapat dalam wadah khusus. Udang purba jawa hidup di kolam-kolam kecil yang ada di gua-gua Klapanunggal. Menurut Cahyo, udang purba lain seperti di Ciampea, Sukabumi atau Tasik kemungkinan besar adalah spesies yang berbeda.

Cahyo Rahmadi memasukkan sampel udang purba yang didapat dalam wadah khusus. Udang purba jawa hidup di kolam-kolam kecil yang ada di gua-gua Klapanunggal. Menurut Cahyo, udang purba lain seperti di Ciampea, Sukabumi atau Tasik kemungkinan besar adalah spesies yang berbeda.

Sekitar delapan orang masuk dan menelusuri Gua Cikarae. pMereka bergerak secara perlahan dan melakukan sensus udang purba jawa. Jumlahnya mencapai hampir 100 individu.

Sekitar delapan orang masuk dan menelusuri Gua Cikarae. pMereka bergerak secara perlahan dan melakukan sensus udang purba jawa. Jumlahnya mencapai hampir 100 individu.

Tak hanya udang purba jawa, dalam penelusuran ini para peneliti juga mengambil beberapa sampel invertebrata biota gua lain untuk kebutuhan penelitiannya.

Tak hanya udang purba jawa, dalam penelusuran ini para peneliti juga mengambil beberapa sampel invertebrata biota gua lain untuk kebutuhan penelitiannya.

Peneliti menempatkan invertebrata yang ada di dalam Gua Cikarae ke dalam tabung penelitian.

Peneliti menempatkan invertebrata yang ada di dalam Gua Cikarae ke dalam tabung penelitian.

Meneliti Biota Gua, Memperkenalkan Kehidupan yang Tersembunyi kepada Dunia

Dipublikasikan: 29 Januari 2026

Bagikan:
Cahyo Rahmadi namanya. Peneliti spesialis arthropoda atau hewan yang mencakup serangga sekaligus penemu spesies udang jawa purba (Stenasellus javanicus).

Ketertarikan pria yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap anthropoda gua ini berawal saat dirinya berkuliah di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan bergabung dengan Matalabiogama.

Ketika itu, aktivitasnya tak jauh dari naik gunung, panjat tebung, sampai penelusuran gua.

Menurutnya, hanya sedikit orang yang menekuni penelitian tentang biota laut gua. Ia mengatakan, ia tertarik mempelajari apa yang ada di dalam gua karena kondisi lingkungan gua yang berbeda-beda, dengan biota yang berbeda pula.

"Dengan kondisi itulah satwa yang ada di dalamnya sangat spesifik, pula evolusi serta proses adaptasinya," ungkapnya.

Bersama koleganya dari Prancis, ia menemukan udang purba pada 2004 silam.

Satwa ini, salah satunya dapat ditemukan di Gua Cikarae, kawasan karst Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Fotografer:

Rakhanda Fatharana

CC-BY-NC-SA