Berita  

Demi Bisa Dikuburkan, Tubuh Paus Dipotong-potong

Proses penguburan bangkai paus sperma yang ditemukan mati di Banyuwangi. | Foto: Rizki Alfian Restiawan/Kompas
Proses penguburan bangkai ikan paus sperma yang ditemukan mati di Banyuwangi. | Foto: Rizki Alfian Restiawan/Kompas

Gardaanimalia.com – Ikan paus sperma (Physeter macrocephalus) yang mati terdampar di Pantai Laut Lestari, Kelurahan Bulusan, Banyuwangi, akhirnya berhasil dievakuasi.

Proses pemindahan dilakukan dengan cara memotong 60 persen bagian tubuh paus hingga akhirnya satwa dilindungi itu dikuburkan pada Sabtu (6/8) malam.

Selanjutnya, sisa tubuh mamalia laut tersebut diangkut menggunakan backhoe atau alat penggali milik Dinas PU Pengairan Banyuwangi.

Hewan laut berbobot 40 ton itu langsung dikubur di galian sedalam 3 meter sekira pukul 19.30 WIB di pesisir Pantai Laut Lestari

“Bangkai paus akhirnya bisa terkubur, tidak perlu kita ledakkan,” ujar Sekretaris Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang, dilansir dari Radarbanyuwangi, Selasa (9/8).

Dia mengatakan, langkah evakuasi terakhir melibatkan sejumlah pekerja profesional untuk memotong-motong tubuh ikan paus menggunakan gergaji mesin berukuran besar.

Menurutnya, proses tersebut dipermudah dengan air laut yang mulai surut. Sehingga, para pekerja dapat leluasa melakukan pemotongan.

“Air laut mulai surut pukul 08.00. Hingga pukul 17.00, kita lihat air laut tidak setinggi biasanya. Pemotongan tubuh paus bisa kita lakukan,” jelasnya.

Suryono menyebut, bahwa butuh waktu enam jam untuk mengevakuasi bangkai ikan dilindungi itu. Usai memotong 60 persen bagian tubuh paus, backhoe lalu menarik tubuh ikan ke lubang galian.

Terdapat pembagian tugas untuk dua orang, ujarnya. Satu bertugas memotong daging, sementara satunya mencari alur potong untuk mempermudah gergaji mesin bekerja.

“Sejak pagi (Sabtu) petugas sudah mencoba memetakan tubuh paus. Kemudian pukul 13.00 mulai pemotongan besar. Pukul 17.00 semuanya selesai,” papar Suryono.

Dia berharap, tidak ada lagi kekhawatiran warga, terutama karena dampak dari bangkai ikan yang sudah membusuk tersebut.

Selain itu, Suryono belum bisa memastikan terkait dengan fungsi tulang ikan paus yang sebelumnya mau dimanfaatkan sebagai bahan edukasi.

BACA JUGA:
Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Parepare Sita 141 Burung Ilegal dari Kalimantan

“Tulang pasus belum kita pastikan fungsinya. Kita lihat dulu regulasinya. Harus ada izin ke BKSDA atau KLHK,” ungkapnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments