Berita  

Diduga Jatuh dari Sarang, Elang Brontok Ditolong Warga

Seekor elang brontok diserahkan oleh warga Kampung Bunihurip, Sukapada, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya kepada BKSDA. | Foto: Ilham/IAR/Times Indonesia
Seekor elang brontok diserahkan oleh warga Kampung Bunihurip, Sukapada, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya kepada BKSDA. | Foto: Ilham/IAR/Times Indonesia

Gardaanimalia.com – Seorang warga bernama Dadan Firmansyah menyerahkan seekor elang brontok (Nisaetus cirrhatus) kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya.

Ia mengatakan bahwa satwa endemik pegunungan Cakrabuana itu ia dapatkan dari seorang warga tetangga desanya yang berada di daerah Kecamatan Ciawi.

Menurut Dadan, elang dengan nama inggris Changeable hawk-eagle itu diperoleh warga dari kebun yang terletak di sekitar rumahnya dan diduga satwa tersebut jatuh dari sarangnya.

“Saya tahu, elang tersebut adalah satwa yang dilindungi, makanya saya terpanggil ingin menyelamatkan elang dengan menemui pemiliknya,” tutur Dadan pada Kamis (10/2) siang saat dihubungi oleh Times Indonesia melalui sambungan telepon.

Burung langka itupun akhirnya berhasil dievakuasi oleh BKSDA Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya dari Kampung Bunihurip, Sukapada, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Rendi Herdian, Kepala Resort XX Gunung Sawal Bidang KSDA mengungkapkan bahwa ia menerima laporan dari Dadan melalui seorang kader konservasi aktif di Indonesian Animal Rescue (IAR) pada Selasa (9/2) pagi.

“Kami mendapatkan laporan dari Kang Ilham (pada) Selasa, makanya keesokan harinya, kita bersama tim mengevakuasi satwa tersebut sekitar pukul 16.00 sore dengan menggunakan kendaraan dinas yang dilengkapi sangkar dan sarung tangan,” ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Dadan dan masyarakat sekitar wilayah Gunung Cakrabuana yang telah memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menyelamatkan satwa dilindungi tersebut.

Selain itu, Rendi mengungkapkan bahwa selama setahun menjalankan tugas sebagai Kepala Resort, ia telah banyak dibantu oleh warga lantaran kesadaran masyarakat di wilayah Gunung Cakrabuana dan Gunung Sawal sudah tumbuh.

“Wilayah Gunung Sawal kita memiliki 33 desa binaan yang sudah memiliki rasa kepeduliannya akan pentingnya konservasi lingkungan. Dengan konsep Leuweung Hejo Rahayat Ngejo (Hutan Hijau Rakyat Sejahtera) kita selalu beriringan dan berdampingan,” tuturnya.

BACA JUGA:
Setelah 8 Tahun, Akhirnya Elang Brontok Kembali ke Alam Liar

Lain daripada itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, Tatan Rustandi menyebut bahwa sudah dua bulan terakhir ini pihaknya menerima penyerahan satwa liar dari masyarakat sebanyak 12 ekor.

“Di Januari sampai Februari ini kami telah mengevakuasi 12 satwa yang terdiri dari jenis kukang, elang, trenggiling, kucing hutan, buaya, dan ular sanca bodo, sengaja kami jemput ke lokasi untuk memberikan kenyamanan dan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments