Dijual Bebas, 173 Telur Penyu Disita Petugas

Ilustrasi puluhan telur yang berasal dari penyu, salah satu satwa dilindungi. | Foto: Kumparan
Ilustrasi puluhan telur yang berasal dari penyu, salah satu satwa dilindungi. | Foto: Kumparan

Gardaanimalia.com – BKSDA Sumatra Barat telah menyita sebanyak 173 telur penyu sisik dari pedagang yang berjualan di Pantai Padang dan pasar tradisional di Kota Padang.

Pengamanan telur satwa dilindungi tersebut dilakukan dalam operasi dan sosialisasi bersama tim gabungan yang berlangsung pada Kamis-Jumat, 4-5 Agustus 2022.

Kepala BKSDA Sumatra Barat, Ardi Andono menjelaskan, seratusan telur satwa bernama ilmiah Eretmochelys imbricata itu diamankan dari tiga pedagang berinisial RN, RL dan AM.

“Dari RN diamankan 24 butir telur penyu mentah dan 31 butir masak, dari RL 58 butir telur mentah. Lalu, dari AM diamankan 43 butir mentah,” ungkapnya, dalam keterangan resmi, Minggu (7/8).

Ujarnya, para pedagang juga diberi peringatan. “Pedagang RN, RL dan AM telah kita peringatkan. Sementara telur penyu langsung kita sita.”

Selanjutnya, telur penyu sisik dibawa ke Kantor DKP Sumatra Barat, dan rencananya akan dilakukan pemusnahan dengan disaksikan pimpinan instansi terkait.

Menurutnya, tim gabungan yang terdiri dari DKP, BKSDA Sumatra Barat, BPSPL serta Pol Air Kota Padang telah memasang poster larangan memperjualbelikan telur satwa dilindungi tersebut.

“Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang untuk tidak mengonsumsi dan memperjualbelikan telur penyu,” paparnya.

Berdasarkan hukum, Ardi menyebut perdagangan telur penyu adalah ilegal, tercantum dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekositemnya.

Pelaku perdagangan satwa dilindungi dapat dikenakan sanksi, yaitu terancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Selain itu, Ardi juga meminta kepada masyarakat agar tidak memercayai mitos yang beredar, bahwa telur penyu mengandung protein tinggi.

Bersumber dari suatu penelitian, ungkapnya, telur kura-kura laut tersebut justru mengandung kolesterol tinggi, bahkan lebih tinggi dari telur ayam.

BACA JUGA:
Seekor Babi Langka Terjebak Jerat di Hutan
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments