Berita  

Disebut Faktor Usia, Seekor Anoa Mati Lantaran Sakit di KBS

Seekor anoa bernama Bobby diketahui mati lantaran tak mampu berdiri dan kehilangan nafssu makan di Kebun Binatang Surabaya (KBS). | Foto: Dok. KBS/Tribun Jatim
Seekor anoa bernama Bobby diketahui mati lantaran tak mampu berdiri dan kehilangan nafssu makan di Kebun Binatang Surabaya (KBS). | Foto: Dok. KBS/Tribun Jatim

Gardaanimalia.com – Kembali terjadi, satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinyatakan mati. Seekor anoa bernama Bobby tersebut diketahui tak mampu berdiri dan kehilangan nafsu makan, Minggu (16/1).

Agus Supangat, Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS  menjelaskan bahwa satwa dilindungi dengan nama ilmiah Bubalus depressicornis itu mati diusia 19 tahun.

“Sebelum mati, hari Sabtu kondisi anoa sedang sakit. Kami langsung kontak tim medis dengan pendampingan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim,” ungkapnya, Selasa (18/1) dikutip dari Radar Surabaya.

Agus juga mengatakan saat perawatan dilakukan, anoa tersebut diberikan infus intra vena, vitamin, mineral, obat antikembung, antibiotika dan pemberian pakan alami dengan cara disuapi. Pun dilakukan pengawasan selama 24 jam.

Akan tetapi, satwa langka asal Sulawesi tersebut tak bisa diselamatkan lagi tepat pada Minggu (16/1) sore pukul 17.30.

Ia menyebut bahwa hasil diagnosa sementara kematian anoa itu disebabkan karena faktor usia yang sudah tua. Sehingga terjadi penurunan fungsi organ tubuh pada satwa tersebut.

Beberapa literatur, lanjut Agus, mengatakan bahwa rata-rata usia hidup anoa, satwa dilindungi tersebut berkisar 22 hingga 24 tahun.

Terkait itu, pihaknya juga melakukan pengiriman sampel bagian organ tubuh trakea, paru-paru, jantung, limfa, hati, ginjal, lambung, usus halus, dan usus besar ke laboratorium.

Pemeriksaan sampel tersebut dilakukan KBS untuk memperkuat diagnosis penyebab kematian Bobby. Sementara itu, organ tubuh lainnya akan dibakar di Krematorium KBS.

Bobby merupakan anoa jantan yang tiba di KBS pada tahun 2006. Saat ini diketahui koleksi anoa di KBS hanya tersisa lima ekor dengan rincian satu jantan dan empat betina.

Selain kematian anoa, diketahui seekor gajah betina berusia 50 tahun bernama Manis juga sedang sakit di KBS. Agus mengatakan bahwa gajah itu tidak memiliki nafsu makan.

BACA JUGA:
Ditemukan Tergeletak Sakit, Elangular Bido Diserahkan Warga ke BKSDA

Lain daripada itu, di tubuhnya juga ditemukan bintil merah kecil, rongga mulut pucat, suhu tubuh 35,9 derajat celcius, lesu, dan hanya minum sedikit.

“Gajah Manis kini dalam perawatan medis,” ungkap Agus.

Pada tahun 2021, KBS mendapat sorotan dari banyak kalangan lantaran seekor orangutan dan gajah bernama Dumbo juga diketahui mati di Lembaga Konservasi Ex Situ tersebut.

Oleh karena itu, kata Agus, pihak KBS akan terus melakukan perbaikan kandang satwa dan perhatian khusus kepada semua satwa penghuni KBS. Kini KBS memiliki 2.159 ekor satwa dari 215 jenis.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments