Fakta Unik Cendrawasih Botak, Burung dengan Bulu Berwarna Pelangi

  • Share
Fakta Unik Cendrawasih Botak, Burung dengan Bulu Berwarna Pelangi
Cendrawasih botak (Cicinnurus respublica). Foto: Wikipedia/Serhanoksay

Gardaanimalia.com – Indonesia memiliki 30 jenis cendrawasih dari 42 jenis yang ada di dunia. Namun sayangnya, hampir sebagian besar cendrawasih yang hidup di Indonesia sudah langka atau terancam punah. Satu di antaranya adalah cendrawasih botak (Cicinnurus respublica). Burung ini masuk dalam daftar jenis satwa dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 dan PP No. 7 Tahun 1999.

Untuk mengenal lebih jauh tentang burung cantik endemik Indonesia ini, mari simak beberapa fakta unik yang berikut ini.

1. Bulu berwarna pelangi

Cendrawasih botak jantan memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan burung betina. Burung jantan memiliki bulu berwarna merah pada bagian punggung, warna kuning pada bagian tengkuk, warna turquoise pada bagian kepala, warna hijau pada bagian dada, warna biru pada bagian kaki, warna ungu pada ekor dan ada bagian melengkung di bagian ekornya. Dua lengkungan itu tidak terdapat pada burung betina.

2. Burung pengicau dengan ukuran kecil

Berat burung ini kurang dari 1 kilogram, hanya sekitar 53-67 gram. Ukuran antara burung jantan dan betina sama. Yang membedakan hanya warna bulunya.

Baca juga: Kenali Jenis Otter yang Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia

3. Habitatnya hanya di Waigo dan Batanta

Cendrawasih botak merupakan spesies yang hidup di hutan perbukitan yang tingginya tak lebih dari 300 meter. Namun, ternyata burung ini beberapa kali muncul di hutan hujan dataran rendah.

Perlu diketahui bahwa tak semua hutan perbukitan di dunia menjadi habitat untuk cendrawasih botak. Burung ini hanya dapat dijumpai di Pulau Waigo dan Batanta, Raja Ampat, Papua Barat.

4. Pertama kali didokumentasikan

Footage pertama dari burung dengan nama Inggris Wilson’s bird-of-paradise berhasil didapatkan pada tahun 1996. David Attenborough merupakan sosok yang berhasil menangkap gambar cendrawasih ini.

5. Terancam punah

Burung pemakan buah dan serangga kecil ini masuk dalam burung yang terancam punah. Populasinya semakin menurun karena jumlah hutan yang menjadi habitatnya terut berkurang. Jika dicek, burung ini terdaftar dalam CITES Appendix II.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments