Berita  

Gajah Rusak Kebun Warga Akibat Pembukaan Lahan Besar-Besaran di Habitatnya

Ilustrasi gajah sumatra di Aceh Timur. | Foto: Hasil tangkapan layar/Serambi News
Ilustrasi gajah sumatra di Aceh Timur. | Foto: Hasil tangkapan layar/Serambi News

Gardaanimalia.com – Puluhan hektare kebun di kawasan Gampong Blang Pante dan Peureupok diporak-porandakan puluhan ekor gajah (Elephas sumatrensis).

Mukim Pante Bahagia, Kecamatan Paya Bakong, Usman menyebut, konflik ini terjadi karena adanya pembukaan lahan besar-besaran di habitat alami gajah sumatra.

“Ini karena ada pembukaan lahan perkebunan besar-besaran oleh perusahaan di Aceh Utara. Sehingga areal hutan yang selama ini menjadi sumber makan bagi binatang tersebut, kini menjadi lahan perkebunan,” jelasnya, Selasa (6/12).

Dia mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata kerusakan kebun milik warga untuk disampaikan ke pihak terkait. Sementara ini, terdata kerusakan yang terjadi mencapai 50 hektare kebun dan sekitar 15 rumah.

“Kerusakan bervariasi, salah satunya yang terparah milik Laili. Dari empat hektare kebun pinang yang sudah mulai panen, hanya tersisa sekitar beberapa batang lagi,” ungkap Usman.

Biasanya, kata Usman, kawanan satwa liar itu langsung kembali ke hutan ketika dihalau oleh warga. Namun, kali ini sudah sekitar empat bulan berada di kawasan tersebut.

Staf BKSDA Resor Aceh Utara, Nurdin mengatakan, ada sekitar 50 ekor gajah sumatra di Aceh Utara. Kini, mereka terbagi menjadi dua kelompok.

Ia merincikan, satu kelompok sering melintas dari Langkahan sampai Paya Bakong. Sedangkan, satu kelompok lagi melintas dari Geureudong Pase ke Sawang.

Tetapi, ujar Nurdin, ekses pembukaan lahan baru oleh sejumlah perusahaan di Aceh Utara menyebabkan hutan tempat mereka tinggal semakin sempit.

Oleh sebab itu, menurutnya, pembukaan lahan baru harus diawasi agar tidak mengganggu satwa dilindungi tersebut. “Kemarin saya sudah turun ke Paya Bakong untuk mengantarkan mercon,” tutur Nurdin, dalam kasus menghalau gajah.

Konflik Gajah Liar

“Ada puluhan hektare kebun warga kami dan di Peureupok yang dirusak 22 ekor gajah, sampai tadi malam,” kata Keuchik Blang Pante, Marzuki, Selasa (6/12).

BACA JUGA:
Selundupkan Leopard hingga Kura-kura, Sindikat Perdagangan Satwa Internasional Diciduk

Dia menjelaskan, kebun warga itu berisi tanaman pinang, kakao, kelapa sawit, durian dan berbagai jenis tanaman lainnya termasuk pisang.

“Sekitar 600 hektare kebun tersebut dibagikan gampong ke masyarakat untuk ditanami berbagai tanaman perkebunan. Tapi sekarang sudah dirusak sebelum warga menikmati hasil panen perdana,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selama empat bulan terakhir, hampir tiap malam warga harus berjaga di kebun untuk mengusir kawanan Poe Meurah (sebutan lain untuk gajah).

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan hal ini. Mulai muspika, dinas dan dalam pertemuan dengan anggota dewan, tapi belum ada penanganan yang serius,” sebutnya.

Sementara, kata Marzuki, selama ini masyarakat di kawasan Blang Pante dan sekitarnya menggantungkan hidup semata-mata dari hasil perkebunan.

votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments