Gemak Sumba: Serupa Puyuh, Namun Tak Sama

Gemak sumba yang ditemukan di semak. | Foto: Christop Moning/Birds of the World
Gemak sumba yang ditemukan di semak. | Foto: Christop Moning/Birds of the World

Gardaanimalia.com – Tahukah kamu, Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur memiliki salah satu spesies burung sejenis puyuh endemik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain? Dia adalah gemak sumba.

Gemak sumba atau biasa disebut puyuh sumba yang memiliki nama ilmiah Turnix everetti ini merupakan salah satu dari 18 spesies burung kecil yang hidup di tanah (terrestrial) dari famili turnicidae.[1]https://nhpbs.org/wild/turnicidae.asp

Kita kenalan dengan burung imut satu ini lebih jauh yuk!

Bentuk Fisik dan Perilaku

Gemak sumba atau dalam bahasa Inggris disebut Sumba Button-quail memiliki ciri khas bulu bagian dada berwarna oranye-kemerahan, bagian bawah mempunyai warna sedikit putih pucat, dan bagian yang gelap, bergaris-garis tebal serta berpola samar.[2]https://ebird.org/species/sumbut1

Ada satu lagi nih penanda, antara puyuh sumba betina dan puyuh sumba jantan. Hayo, kira-kira apa ya? Apakah Sobat satwa tahu?

Yap, benar sekali. Gemak sumba betina mempunyai bulu berwarna lebih cerah dibanding gemak sumba jantan. Berbeda dengan jenis burung betina pada umumnya yang berbulu lebih pucat. Wah, unik ya!

Burung ini hampir tidak memiliki ekor, bertubuh gempal, dengan kepala dan paruh kecil. Berukuran tubuh sekitar 13-18 sentimeter. Mereka memiliki tiga jari kaki depan dan tidak ada jari kaki belakang loh, inilah yang membedakan gemak sumba dengan burung puyuh dari famili Phasianidae.[3]https://www.satuharapan.com/read-detail/read/gemak-puawa-si-poliandri

Gemak sumba ditemukan hidup berkelompok mulai dari 2 hingga 5 ekor. Burung endemik Pulau Sumba ini hidup dengan memakan biji-bijian.[4]https://www.yumpu.com/en/document/read/12160465/turnix-everetti-birdbase Saat ini, belum didapatkan rekaman suara gemak sumba dikarenakan minimnya penelitian mengenai spesies burung satu ini.

Habitat, Persebaran, dan Status Perlindungan Gemak Sumba

Gemak sumba merupakan spesies yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sumba. | Foto: Andre Duff/eBird
Gemak sumba merupakan spesies yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sumba. | Foto: Andre Duff/eBird

Jenis burung puyuh satu ini hidup di daerah semak, padang rumput dan savana,[5]https://www.iucnredlist.org/species/22680592/110139877 atau dapat disebut satwa terrestrial karena hidup di permukaan tanah. Burung imut satu ini hidup pada ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut.

BACA JUGA:
Fakta Paus Kepala Melon yang Sebenarnya Bukan Paus

Tahukah Sobat satwa, gemak sumba merupakan satwa endemik Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur khususnya di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanadaru, sehingga tidak dapat ditemukan di tempat lain. Beruntungnya kita Indonesia memiliki spesies burung unik satu ini!

Akan tetapi, pada tahun 2016 IUCN Red list mengkategorikan gemak sumba dalam kategori Vulnerable atau dikatakan rentan terhadap kepunahan karena populasinya kian menurun,[6]https://www.iucnredlist.org/species/22680592/110139877 pembakaran dan pembukaan lahan menjadi ancaman utama terhadap populasi gemak sumba. Hm, sedihnya!

Di samping itu, berdasarkan PP Nomor 9 Tahun 1999, gemak sumba termasuk satwa dilindungi, sementara termasuk kategori Apendiks II berdasarkaan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), yang artinya satwa tidak terancam, namun mungkin akan terancam kepunahan apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

Si Kecil gemak sumba merupakan spesies satwa penting yang terdapat di Pulau Sumba, khususnya di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanadaru. Sehingga keberadaannya tentu harus kita lestarikan demi menjaga biodiversitas endemik kebanggaan Indonesia.

Referensi[+]

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments