Berita  

Habitat Diganggu, Harimau Muncul Saat Hutan Dibabat

Ilustrasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). | Foto: Mathias Appel/Flickr
Ilustrasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). | Foto: Mathias Appel/Flickr

Gardaanimalia.com – Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) muncul saat ada pembukaan lahan yang dilakukan oleh pekerja perusahaan perkebunan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Dilansir dari Detik, satwa liar dilindungi tersebut terlihat seperti sedang menghalangi para pekerja yang menebang pohon di kawasan hutan tersebut.

Dalam video yang beredar itu, diduga rekaman yang memperlihatkan harimau sumatera tersebut diambil sendiri oleh pekerja yang mengoperasikan alat berat dari perusahaan.

Pada Selasa (18/1), ditemukan ada dua buah video yang tersebar di media sosial. Rekaman yang pertama tampak dari sisi alat berat, harimau tersebut berdiri di tanah di antara bekas hutan yang penuh dengan jejak ekskavator.

Satwa liar dilindungi itu sesekali berjalan, kemudian terlihat beristirahat sambil tiduran. Namun, jelas ia tengah memerhatikan para pekerja yang beroperasi tersebut.

Lebih lanjut, dalam video berikutnya, harimau sumatera itu terlihat sedang berupaya untuk mencegah para pekerja tersebut mengambil pohon-pohon dengan menggunakan ekskavator.

Sementara itu, Ardi Andono, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengatakan bahwa video tersebut benar, dan pihak BKSDA juga telah menurunkan tim ke lapangan.

“Betul sekali, itu harimau sumatera yang keluar dari habitatnya dan merasa terganggu oleh kegiatan pembukaan lahan yang dilakukan oleh dua ekskavator,” ungkapnya, Selasa (18/1).

Ia menyebut bahwa kemungkinan lokasi itu berada di PT Sinar Halomoan (Pasaman Barat). Karena saat ini, pihaknya belum mendapatkan titik koordinat.

Menurut Ardi, munculnya harimau itu diduga karena satwa liar dilindungi tersebut merasa terganggu dengan aktivitas yang tengah berlangsung.

Sehingga, ujarnya, pihak BKSDA meminta agar semua kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu ketenangan harimau sumatera itu bisa dihentikan.

BACA JUGA:
Residivis Perdagangan Kucing Hutan Dituntut 3 Tahun Penjara

“Saya berharap agar kegiatan itu untuk sementara waktu dihentikan agar tidak mengganggu harimau. Kami minta agar semua kegiatan yang sifatnya mengganggu harimau dihentikan. Upayakan penghalauan dengan menggunakan meriam,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Juli 2021 lalu, harimau sumatera juga muncul di lokasi yang sama yaitu di area perkebunan kelapa sawit milik sebuah perusahaan di Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat.

Kemudian, setelah ditangkap dan dilepaskan di lanskap Panti Batang Gadis Kawasan Hutan Lindung, Kabupaten Pasaman Barat. Ia diberi nama Sipogu.

Berkaitan dengan itu, saat ini belum dapat dipastikan apakah yang muncul kembali di tengah aktivitas pembukaan lahan tersebut adalah Sipogu atau bukan.

“Saat ini tim dari BKSDA Sumatera Barat sudah ke lokasi di Pasaman Barat, untuk melakukan pemantauan terlebih dahulu dan mencari titik terang apa yang terjadi di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments