Berita  

Konflik Monyet di Dusun Sambo, Warga Dusun Sambo Minta BKSDA Turun Tangan

Seekor monyet yang terekam kamera warga berada di ujung gang permukiman Dusun Sambo, Magelang. | Foto: Tribun Jogja
Seekor monyet yang terekam kamera warga berada di ujung gang permukiman Dusun Sambo, Magelang. | Foto: Tribun Jogja

Gardaanimalia.com – Seekor monyet mengalami konflik dengan dua orang warga Dusun Sambo, Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Peristiwa itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @magelang_raya pada Senin (14/11). Dalam video tersebut tampak sang monyet sedang berada di depan gang rumah warga.

Bersamaan dengan unggahan video, pemilik akun menuliskan bahwa warga merasa cemas dan membutuhkan bantuan. “Mohon bantuannya. Yang bisa nangkap monyet”.

Video konflik antara manusia dan satwa liar itu pun menuai berbagai reaksi dan berhasil ditonton lebih dari tiga puluh ribu kali.

Kepala Desa Podosoko, Tuban mengonfirmasi adanya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang berkeliaran di dusunnya.

“Ya, betul dari kemarin (berkeliaran). Kemarin monyet itu mengikuti warga yang dari tegal menuju rumah,” tutur Tuban.

Akibat dari konflik tersebut, lanjutnya, terdapat dua warga yang mendapat gigitan satwa liar. “Warga saya sudah ada dua yang digigit. Saat itu, warga sedang duduk didekati terus digigit,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dua warga itu digigit pada bagian tangan. Luka yang ditimbulkan oleh gigitan satwa liar tersebut akhirnya diobati secara tradisional.

“Sekarang kondisi korban sudah biasa saja, itu dicakar tangannya lukanya dalam, sudah diobati secara tradisional,” ungkap Tuban yang menduga satwa liar tersebut merupakan peliharaan milik warga yang lepas.

Monyet Masuk Permukiman, Kuwanto Lapor BKSDA dan Damkar

Sementara, Sekretaris Desa Podosoko, Dusun Sambo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Kuwanto mengatakan monyet itu sudah berada di permukiman warga sejak dua hari lalu.

“Sudah dua hari ini, sampai hari ini belum tertangkap. Memang tidak lagi di permukiman warga, sudah masuk ke tegalan. Sejauh ini belum kelihatan lagi, kemarin juga sempat seperti itu menghilang. Namun muncul lagi,” terangnya.

BACA JUGA:
Aktivis Lingkungan Tolak Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

Untuk mengatasi peristiwa ini, pihaknya telah menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Namun, ia belum menerima respon hingga saat ini.

“Iya, saya sudah lapor ke BKSDA Jawa Tengah, ini belum ada reaksi tindak lanjut,” papar Kuwanto.

Kuwanto juga melaporkan kejadian ini ke Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daeran (BPBD) Kabupaten Magelang.

Tetapi, imbuhnya, pihak Damkar mengaku tidak memiliki alat yang memadai dan tidak punya pengalaman menangkap monyet ekor panjang.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments