Macan Dahan Disangka Macan Tutul Tampak Berjalan Pincang

Ilustrasi macan dahan. | Foto: Antara
Ilustrasi macan dahan. | Foto: Antara

Gardaanimalia.com – Satwa yang disangka macan tutul ditemukan berkeliaran di perkebunan karet di wilayah Tebing Petai di Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Mengetahui hal itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan pun angkat bicara dan menyampaikan bahwa satwa loreng itu bukan macan tutul, melainkan macan dahan.

“Sudah dipastikan itu bukan macan tutul, melainkan macan dahan,” ungkap Ujang Wisnu Barata, Kepala BKSDA Sumatera Selatan, Senin (27/6).

Menurutnya, macan dahan (Neofelis diardi) bukan satwa liar yang berbahaya bagi manusia. Hal itu dikarenakan tidak ada sejarah macan jenis ini memangsa manusia.

“Ukuran satwa tersebut sebesar kambing dan tidak ada sejarah atau catatan perilaku memangsa ternak apalagi manusia,” jelas Ujang Wisnu.

Lebih jauh, ia mengatakan, mengingat sifat macan dahan yang arboreal, maka yang menjadi pakannya dapat berupa jenis-jenis primata dan mamalia kecil.

Selain itu, satwa tersebut juga dinilai tidak berbahaya selama tidak diganggu. “Macan dahan ini asal tidak diganggu tidak berbahaya. Dilihat dari ukuran satwa, jika di luar habitatnya kemungkinan prey-nya jenis-jenis unggas,” ujarnya.

Berdasarkan penuturan Ujang Wisnu, populasi satwa endemik Pulau Sumatra itu kini berjumlah sekitar 3.000 hingga 7.000 ekor. Sementara, jumlah macan dahan di Kalimantan yaitu antara 5.000-11.000 ekor.

Sebelumnya, sebuah video beredar memperlihatkan seekor satwa berkaki empat dan memiliki loreng tengah berkeliaran di areal perkebunan karet.

Dalam keterangan video viral berdurasi 49 detik yang tersebar di media sosial Facebook tersebut dikatakan, bahwa satwa liar itu adalah harimau.

Atas kejadian itu, Kepala Desa Sukamenang, Jamel Yazer membenarkan bahwa ada warga desanya yang menemukan satwa berloreng di perkebunan karet.

BACA JUGA:
Perburuan Liar Marak Terjadi, Populasi Ayam Hutan Menurun

“Iya benar itu di desa kami, antara dusun empat dan dusun lima, nama kawasannya Tebing Petai,” sebut Jamel saat dihubungi TribunSumsel, Minggu (26/6).

Menurutnya, satwa tersebut adalah macan tutul, bukan harimau. Tak hanya itu, ia juga memastikan macan yang ditemukan warga adalah satwa liar dan bukan peliharaan warganya.

“Ketemunya itu kemarin, yang menemukannya warga sama petani karet, itu macan tutul, bukan harimau sumatera,” tutur Jamel.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi warga, satwa yang diduga macan tutul tersebut berkeliaran dalam kondisi berjalan pincang, tubuhnya tampak kurus, dan tak begitu agresif saat didekati warga.

“Kalau kata warga memang agak pincang, kurus. Itulah kalau bisa instansi terkait menolongnya, kasihan, itu makhluk hidup juga, binatang langka juga,” ujarnya.

Jamel juga mengimbau masyarakat agar tidak menyakiti atau memburu satwa liar itu. Ia mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati walaupun kondisi satwa sedang pincang, karena macan tetaplah merupakan satwa yang liar.

“Walau bagaimanapun kondisinya itu kan binatang buas, saya sudah minta warga jangan didekati, jangan diburu, ada instansinya yang lebih tahu menanganinya,” pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Hudin dino
Hudin dino
1 month ago

Namanya macan itu dilindungi dan satwa liar jangan terlalu dekat berbahaya, sebaiknya dipelihara oleh badan pemerintah.
Bukan masalah jumlah banyak atau sedikit tapi tetap harus ada di alam