Berita  

Melintas di Kawasan Konservasi, Harimau Sumatera Akan Dievakuasi

Ilustrasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). | Foto: Wikimedia Common/Greeners
Ilustrasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). | Foto: Wikimedia Common/Greeners

Gardaanimalia.com – Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali muncul dan kagetkan warga Desa Tasik Tebing Serai, Kabupetan Bengkalis, Riau pada Selasa (12/4).

Kemunculannya sempat didokumentasikan dalam sebuah video yang beredar, satwa liar itu melintas di sekitar pondok warga bernama Marlon Tambah yang berlokasi dekat perkebunan sawit.

Fifin Arfiana Jogasara, Plt. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyebut, dalam beberapa minggu terakhir, harimau telah tiga kali muncul di wilayah tersebut.

Dia menjelaskan, peristiwa pertama terjadi pada Rabu (6/4), dengan ditemukannya Indra yang merupakan seorang petani dan pemasang jerat dalam keadaan tewas, dikutip dari Antara.

Kemudian, di sekitar lokasi yang sama pada Sabtu (9/4), seekor anjing milik warga yang menjadi korban. Hingga yang terbaru adalah kemunculannya di dekat pondok pekerja kebun sawit.

Ketiga kasus kemunculan harimau sumatera tersebut terjadi di areal konservasi Giam Siak Kecil. Lebih lanjut, Fifin menuturkan, bahwa pondok dan perkebunan milik masyarakat berada di kawasan itu.

“Semua kejadian ini terjadi di kawasan konservasi, di mana notabenenya memang dibentuk untuk menjaga keberadaan satwa liar yang ada. Kawasan konservasi ditetapkan untuk menjadi habitat satwa yang dilindungi,” ungkapnya.

Namun dikarenakan permasalahan ini sudah berulang, lanjutnya, BKSDA pun memutuskan untuk melakukan evakuasi satwa liar tersebut, dengan menurunkan tim yang dilengkapi dengan membawa box strap.

Untuk bisa melakukan evakuasi satwa, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu lokasi di mana harimau itu melintas, kemudian memasang camera trap untuk mengetahui keberadaannya.

“Semoga masyarakat di sana dapat bersabar dan bekerja sama untuk menunggu proses evakuasi yang tengah kami lakukan,” kata Fifin.

Dalam kasus ini, Fifin menilai bahwa kerusakan habitat satwa merupakan salah satu penyebab harimau keluar dari tempat hidupnya.

BACA JUGA:
Raja Desak BKSDA Pasang Perangkap Harimau Sumatera

“Kerusakan dan penebangan liar dapat mengurangi tempat hidupnya satwa. Sehingga yang terjadi satwa keluar dari tempatnya. Kami datang untuk menyelamatkan semuanya, masyarakat dan satwa,” imbuhnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk memasukkan hewan-hewan ternak milik mereka ke dalam kandang untuk sementara waktu. Karena hal itu dapat memancing harimau untuk datang, sebab satwa itu sedang mencari makan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments