Mengenang 83 Tahun Punahnya Harimau Bali: Ini Penyebab Kepunahannya!

harimau bali
Tengkorak kepala Harimau jawa dan Harimau bali yang merupakan koleksi LIPI. Foto: Dok. Rahmadi Rahmad/Mongabay Indonesia

Gardaanimalia.com – Harimau bali atau Panthera tigris balica punah pada 27 September 1937 setelah seekor betina dibunuh di Sumberkima, Bali. Matinya betina tersebut membuat Harimau bali menjadi subspesies harimau pertama yang punah.[1]

Ada penampakan dalam beberapa tahun kemudian, tetapi tidak pernah terbukti bahwa Harimau bali masih ada. [2]

Harimau bali tidak pernah ditangkap hidup-hidup dan dipamerkan di kebun binatang. Meski demikian, sisa-sisa tengkorak, kulit, dan tulang Harimau bali saat ini masih dapat dilihat di museum.

Harimau Bali dan Subspesies Lainnya

Awalnya ada 8 subspesies harimau, tetapi saat ini hanya ada 5 yang masih bertahan. Lima subspesies tersebut adalah Harimau siberia, Harimau indochina, Harimau china selatan, dan Harimau sumatera.

Harimau bali, Harimau jawa, dan Harimau kaspia sudah dinyatakan punah.

Dari kedelapan subspesies itu, Harimau Bali adalah yang paling kecil. Persebaran harimau bali juga tidak luas, karena mamalia pemakan daging ini hanya ditemukan di Pulau Bali. Karena luas Bali relatif kecil, populasi harimau Bali diperkirakan tidak terlalu banyak.[3]

Karakteristik Harimau Bali

Harimau bali memiliki nama ilmiah Panther tigris balica, mulai hidup pada Zaman Pleistosen atau 20.000 tahun yang lalu. Di bawah ini beberapa karakteristik Harimau bali.[4]

  1. Ukuran Harimau bali dewasa berkisar 190–230 cm dan beratnya 65–100 kg.
  2. Harimau ini mempunyai warna rambut oranye gelap dan sedikit garis.
  3. Hal yang paling khas dari harimau ini adalah adanya pola atau corak seperti batang di kepalanya.

Harimau bali berhubungan dekat dengan Harimau jawa. Ada dua penjelasan mengenai perbedaan anatomi dan habitat keduanya.

Teori 1: pembentukan Selat Bali setelah Zaman Es terakhir atau sekitar 10.000 tahun yang lalu, memisahkan populasi nenek moyang bersama yang terakhir (last common ancestor) dari kedua subspesies itu. Keduanya kemudian berkembang secara independen selama beberapa ribu tahun berikutnya.

Teori 2: hanya Bali atau Jawa yang dihuni harimau, dan setelah Bali dan Jawa terpisah, ada harimau yang berenang menyeberangi Selat Bali untuk pindah dari Jawa ke Bali atau sebaliknya.

Penyebab Kepunahan Harimau Bali

Sebelum kedatangan penjajah Belanda, harimau sangat dihormati dan ditakuti oleh penduduk lokal. Setidaknya hingga akhir abad ke-17 diperkirakan ada 300 ekor yang masih hidup. Area Bali yang sempit sehingga tidak mendukung kapasitas hidup harimau, serta ditambah adanya  perburuan oleh kolonial Belanda yang menganggap perburuan hewan liar seperti harimau sebagai prestise, secara langsung dan pasti mendorong harimau bali ke dalam jurang kepunahan.

Selain itu, tidak seperti saudara jauhnya yakni kucing, kemampuan reproduksi harimau berjalan lambat. Setelah mengandung selama 90-105 hari anak harimau setidaknya harus diasuh oleh induknya selama 2-3 tahun hingga mereka mampu hidup mandiri dan apabila induknya mati maka kelangsungan hidup sang anak akan menurun drastis.


Sumber dan referensi:

  1. Dilansir dari tribunnewswiki.com dan brilio.net
  2. mongabay.co.id
  3. crownridgetigers.com
  4. people.uwec.edu
  5. endangeredlist.org
  6. thoughtco.com
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ma'ruf Bhakti Adhiguna
Ma'ruf Bhakti Adhiguna
3 months ago

Maaf…ada 9 subspesies yg benar…dan tersisa 6…postingan kurang harimau Malaya