Opini  

Menutup Bulan Orangutan

Gambar orangutan (Pongo). | Foto: WWF Indonesia
Gambar orangutan (Pongo). | Foto: WWF Indonesia

Gardaanimalia.com – Hari Orangutan Sedunia diperingati setiap tanggal 19 Agustus setiap tahunnya. Ditetapkan untuk meningkatkan empati masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar asli Indonesia ini.

Lantas, mengapa kita harus menjaga kelestarian orangutan di habitatnya? Ayo, kita cari tahu bersama!

Satu-Satunya Kera Besar di Asia

Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang ada di Asia, khususnya di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Hutan yang terletak di dua pulau tersebut merupakan habitat yang cocok untuk orangutan sebagai satwa arboreal.

Berbeda dengan kera besar lainnya, seperti gorila dan simpanse yang hidup berkelompok. Orangutan cenderung menjalani hidup sebagai satwa liar yang soliter.

Saat ini ada tiga spesies orangutan yang teridentifikasi yaitu orangutan sumatera (Pongo abelii), orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Umbrella Species

Menurut Millenium Ecosystem Assesment, umbrella species atau spesies payung digunakan untuk menentukan spesies mana yang diutamakan untuk dijadikan sebagai dasar perencanaan konservasi.

Kegiatan konservatif pada spesies payung memberikan pengaruh pada spesies lainnya yang tinggal dalam ekosistem tersebut. Di Indonesia, orangutan merupakan salah satu umbrella species.

Itu artinya, menjaga orangutan sama dengan menjaga spesies lain yang berada di dalam habitat orangutan. Satwa iconic ini juga berperan sebagai seed dispersal (penyebaran benih atau bibit) agar pepohonan di hutan tetap lestari.

Korban Deforestasi

Orangutan yang sedang bersekolah di Forest School. | Foto: Herbertus Suciadi/IAR Indonesia
Orangutan yang sedang bersekolah di Forest School. | Foto: Herbertus Suciadi/IAR Indonesia

World Orangutan Events Organization menyebut orangutan sebagai lambang korban perkebunan kelapa sawit. Deforestasi dan alih fungsi lahan besar-besaran di habitat orangutan membuat mereka kehilangan lahan di rumah mereka sendiri.

Sehingga, peringatan Hari Orangutan Sedunia menjadi penting. Karena kita tahu, untuk sekadar bertahan hidup saja, orangutan harus melawan oligarki.

BACA JUGA:
Menjejak Jebakan Jerat Pembunuh Satwa Langka Indonesia

Jurnal Perspective in Ecology and Conservation memprediksi, bahwa hilangnya hutan seluas 59.949 meter persegi di Kalimantan sepanjang tahun 2000 hingga 2017. Luas hutan tersebut sejatinya adalah rumah bagi 26.600 individu orangutan.

Sayangnya aktivitas tersebut tak terhentikan. Kasus demi kasus pernyerobotan lahan konservasi orangutan di Kalimantan dan Sumatera terus terjadi. Selain itu, orangutan juga menjadi korban perdagangan satwa setiap tahunnya.

Terancam Punah

IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) Red List mencatat status konservasi ketiga spesies orangutan tersebut adalah Critically Endangered (CE). Artinya, satu langkah lagi orangutan akan menuju kepunahan. Sehingga perlu upaya konservasi serius untuk melindungi satwa ini.

Populasi orangutan di habitat alaminya diketahui terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P 106 Tahun 2018 juga mengkategorikan ketiga satwa tersebut dalam daftar satwa berstatus dilindungi.

Pasalnya, dalam kurun tahun 1992-2000, orangutan sumatera mengalami penurunan jumlah populasi hingga 50% sedangkan populasi orangutan kalimantan menurun hingga 43% dalam satu dekade terakhir.

Kabar buruknya, deforestasi semakin marak terjadi sehingga mungkin saja penurunan populasi orangutan sebetulnya lebih besar daripada yang terdata saat ini.

Nah, itu dia sejumlah alasan mengapa penting bagi kita untuk memperingati hari orangutan sedunia. Penyadartahuan masyarakat juga penting dilakukan sebagai salah satu aspek dalam konservasi satwa liar di Indonesia dan di dunia. Selamat Hari Orangutan Sedunia!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments