Miris, Macan Tutul Mati Tersisa hanya Tulang Belulang!

  • Share
Seekor macan tutul yang telah dipasangi radio collar berhasil ditangkap warga di Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (25/6/2020). | Foto: Adeng Bustomi/Antara
Seekor macan tutul yang telah dipasangi radio collar berhasil ditangkap warga di Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (25/6/2020). | Foto: Adeng Bustomi/Antara

Gardaanimalia.com – Beberapa waktu lalu tulang belulang macan tutul (Panthera pardus) ditemukan di Suaka Marga Satwa (SM) Gunung Sawal Ciamis, Kabupaten Ciamis, Kamis (3/2).

Andi Witria, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Ciamis mengatakan awal mula temuan tersebut berasal dari informasi masyarakat yang melihat ada tulang hewan berserak tak jauh dari area perkebunan warga.

Ia menyebut bahwa warga awalnya menduga itu adalah tulang kambing atau domba. Namun setelah pihaknya melakukan pemeriksaan, ternyata tulang tersebut merupakan bagian tubuh macan tutul karena terdapat taring.

Tulang satwa dilindungi itupun langsung dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang kemudian dicocokkan dengan data macan tutul yang tercatat di KSDA Ciamis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tulang belulang itu diketahui merupakan milik macan tutul bernama Abah yang berusia 14 tahun dan hampir 15 tahun.

“Tulang itu kami periksa, kebetulan kami punya data morfometrik Abah, setelah dicocokkan itu sama dari susunan giginya, itu juga diperkuat oleh pernyataan dokter hewan, jadi 99 persen itu adalah Abah,” ungkapnya, Rabu (9/2).

Menurut Andi, sebelumnya Abah pernah tertangkap dan dilakukan rehabilitasi, yang mana setelah itu Abah pun dikembalikan atau dilepasliarkan ke hutan.

Berdasarkan hasil penelitian, ujar Andi, rata-rata macan tutul yang hidup di alam disebut tua itu saat berusia 12 hingga 18 tahun.

Ia juga mengatakan bahwa kondisi macan Abah dengan usia yang sudah memasuki senja tersebut sudah berkurang kemampuannya dalam melakukan perburuan.

“Abah juga kan terakhir tertangkap giginya sudah rusak, kemampuan berburunya berkurang, ditambah tergeser oleh jantan muda yang lebih kuat,” tuturnya dilansir dari Portalbandungtimur pada Kamis (10/2).

Terkait temuan tulang belulang satwa langka itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat pun melakukan identifikasi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

BACA JUGA:
17 Satwa Dilindungi Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Papua Barat

Hasil pemeriksaan, ungkap Andi, macan Abah diperkirakan mati dua bulan yang lalu dan kematiannya terjadi sebab faktor alami karena tidak ditemukan ada bekas kekerasan.

“Mati secara alami, tidak ada tanda-tanda bekas bahan kimia, kami periksa dengan pendeteksi logam juga tidak ada ditemukan tanda-tanda, tulang-tulangnya juga masih baik, tidak ada retakan habis dipukul,” ujarnya.

Ditemukan tulang belulang macan tutul bernama Abah. | Foto: Dok. BKSDA
Ditemukan tulang belulang macan tutul bernama Abah. | Foto: Dok. BKSDA

Selain itu, Andi menyebut bahwa saat ini populasi macan tutul di Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis ada sekitar 11 ekor dewasa yang terdiri dari lima jantan dan enam betina.

Namun, karena ada kematian satu individu macan, lanjutnya, maka sekarang hanya tersisa 10 ekor.

Pihaknya juga pernah mendapatkan informasi dari warga yang mengatakan bahwa ada anak macan tutul. Akan tetap, kata Andi, hal tersebut perlu dibuktikan dengan rekaman kamera.

“Itu kan tetap harus dibuktikan keberadaan-nya, yang pasti ada anaknya, hanya belum terekam saja,” pungkasnya.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments