Nasib Kelinci Langka Berakhir Mati di Sumatera

  • Share
Kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang ditemukan beberapa waktu lalu tepatnya Kamis (9/6), kini telah mati. | Foto: BKSDA Sumbar
Kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang ditemukan beberapa waktu lalu tepatnya Kamis (9/6), kini telah mati. | Foto: BKSDA Sumbar

Gardaanimalia.com – Seekor kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang ditemukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Saniangbaka, Kecamatan X Koto, Kabupaten Solok pada Kamis (9/6) kini telah mati.

Kabar duka tersebut disampaikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui keterangan tertulis di akun Instagram-nya, Selasa (14/6).

Saat ditemukan, keadaan satwa langka itu diketahui dalam kondisi kurang sehat dan penuh dengan caplak di tubuhnya, sehingga sempat dilakukan perawatan selama tiga hari.

Mengingat kelangkaan kelinci sumatera, BKSDA Sumatera Barat pun menganggap satwa dilindungi itu sebagai super prioritas dan langsung melakukan penyelamatan.

Tepat pada Sabtu (11/6), tim WRU (Wildlife Rescue Unit) Seksi Konservasi Wilayah III yang dibantu oleh dokter hewan melakukan evakuasi satwa ke Yayasan Kalaweit untuk selanjutnya diobservasi dan dirawat secara intensif.

Namun, pada tanggal 12 Juni 2022 pukul 7.00 WIB, satwa langka tersebut mengalami syok dan kejang-kejang, hingga berakhir mati pada pukul 12.30 WIB.

Satwa langka bernama ilmiah Nesolagus netscheri berakhir mati setelah dilakukan perawatan selama tiga hari. | Foto: BKSDA Sumbar
Satwa langka bernama ilmiah Nesolagus netscheri berakhir mati setelah dilakukan perawatan selama tiga hari. | Foto: BKSDA Sumbar

Hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim medis Yayasan Kalaweit, kelinci sumatera diduga mati karena luka di bagian punggung, infeksi, anemia dan stres.

Selanjutnya, dilakuan upaya tes DNA, pengambilan sampel darah, pengambilan organ dalam, dan tubuh satwa untuk diawetkan di Laboratorium Biologi Unand (Universitas Andalas).

“BKSDA Sumatera Barat bersama Biologi Unand, Yayasan Kalaweit dan Fakultas Kehutanan UMSB membentuk tim untuk mendokumentasikan, morfologi, darah, DNA, hingga pengecekan habitat,” terangnya.

Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menyampaikan terima kasih kepada Pokdarwis Saniangbaka yang telah berupaya melakukan perawatan kepada satwa langka yang populasinya terus menyusut di habitat.

Di mana, kata Ardi, satwa langka itu statusnya yaitu terancam punah sama seperti harimau sumatera. “Dan ini adalah penemuan yang langka terjadi di hutan Sumatera Barat,” ungkapnya.

BACA JUGA:
Susah Cari Makan, Beruang Madu Berkeliaran di Pekarangan Warga

Nesolagus netscheri merupakan satwa yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments