Menjarah
Menjarah
Menjarah
Berita

Orang Dalam Diduga Bantu Perburuan Badak Jawa

164
×

Orang Dalam Diduga Bantu Perburuan Badak Jawa

Share this article
Ilustrasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dalam kondisi mati dan ditemukan di kubangan lumpur di Blok Citadahan, Ujungjaya, Pandeglang, Banten, 2019 silam. | Foto: Asep Fathulrahman/Antara
Ilustrasi badak jawa dalam kondisi mati dan ditemukan di Blok Citadahan, Ujungjaya, Pandeglang, Banten, 2019 silam. | Foto: Asep Fathulrahman/Antara

Gardaanimalia.com – Terdapat dugaan adanya keterlibatan orang dalam yang membantu pemburu melacak badak jawa yang ramai diberitakan dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini diungkap secara rinci dalam artikel Mongabay Indonesia bertajuk “Ada Indikasi Oknum Orang Dalam Terlibat Perburuan Badak di Ujung Kulon”.

pariwara
usap untuk melanjutkan

Tertulis bahwa kelompok Sunendi, salah satu lingkar pemburu badak jawa (Rhinoceros sondaicus), diduga mendapatkan informasi dari oknum berinisial ‘M’.

Oknum tersebut merupakan orang yang pernah bertugas sebagai ranger di Rhino Protection Unit (RPUs).

RPUs adalah salah satu program utama Yayasan Badak Indonesia (YABI), organisasi non-pemerintah yang bermitra dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Dugaan keterlibatan orang dalam ini awalnya muncul karena informasi bahwa kelompok Sunendi mendapatkan data yang sulit diakses secara publik.

Data itu adalah rekapitulasi seluruh individu Rhinoceros sondaicus yang tertangkap kamera jebak pada periode 2010-2023.

“Data itu bukan data yang mudah didapatkan secara umum, bahkan di internet,” kata peneliti Auriga Nusantara Riszki Is Hardiyanto kepada Garda Animalia, Jumat (6/7/2024).

Riszki mengatakan, informasi tersebut hanya bisa didapatkan dari orang yang memiliki akses kepada data.

Dugaan Kuat: M Bagikan Data ke Pemburu

Oknum ‘M’ diduga kuat membagikan informasi tentang lokasi kantung-kantung badak jawa, baik kepada kelompok Sunendi maupun kelompok Sahru, lingkar pemburu badak jawa lainnya.

Narasumber yang berbicara dengan Mongabay Indonesia mengatakan, lokasi yang didatangi para pemburu tersebut selalu berdekatan dengan kubangan Rhinoceros sondaicus.

Selain itu, ‘M’ juga memberikan detail tentang jadwal monitoring petugas Balai TNUK kepada kelompok Sunendi.

Salah satu informasi penting yang didapatkan Sunendi adalah keberadaan pos-pos jagawana di sisi timur taman nasional yang sering kosong.

Terlepas dari keterlibatan orang dalam ini, Riszki mengatakan bahwa upaya telah dilakukan. Dalam hal ini, oleh pihak Balai TNUK dan pemangku kepentingan lain dalam proses penegakan hukum.

“Tapi tentu ada tantangan lain dalam mengungkap isu ini. Guna ada perbaikan menyeluruh guna meminimalisasi kejadian perburuan badak jawa kembali,” pungkas Riszki.

3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments