Pemburu Liar Angkut Satwa Dilindungi dari Waigeo Barat

Empat pemburu liar saat dimintai keterangan oleh petugas karena tertangkap membawa tiga ekor satwa dilindungi dalam keadaan mati. | Ernes broning kakisina/Antara
Empat pemburu liar saat dimintai keterangan oleh petugas karena tertangkap membawa tiga ekor satwa dilindungi dalam keadaan mati. | Foto: Ernes broning kakisina/Antara

Gardaanimalia.com – Empat pemburu liar di kawasan konservasi daerah penyangga Cagar Alam Waigeo Barat, ditangkap oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Warkesi Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

KTH binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua Barat tersebut melakukan penangkapan para pemburu liar itu pada Sabtu (16/7) dini hari.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh tim patroli dari KTH Warkesi, yaitu berupa tiga ekor satwa dilindungi yang sudah dalam kondisi mati dibunuh.

Ketua Tim Patroli KTH Warkesi, Meren Dawa mengatakan, terungkapnya kasus tersebut lantaran dirinya mengetahui, kemudian langsung memberitahu tim patroli dan juga polisi kehutanan.

Setelah itu, ungkapnya, tim bergegas turun ke lokasi wilayah kerja KTH Warkesi dan langsung mengamankan keempat pemburu liar tersebut.

Meren Dawa menjelaskan, adapun barang bukti satwa liar yang ditemukan dalam keadaan mati itu, yakni satu ekor kuskus endemik Waigeo Raja Ampat, satu ekor tupai, dan satu ekor burung maleo.

Selanjutnya, tim pun melakukan penyitaan terhadap senapan angin dan hasil buruan. Lalu, keempat orang itu digiring ke Kantor Seksi Wilayah 1 Waisai BBKSDA Papua Barat untuk dimintai keterangan.

Menurut Meren Dawa, saat ditangkap empat pemburu liar tersebut meminta maaf karena tidak mengetahui kawasan konservasi serta hewan-hewan yang dilindungi.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya juga memberikan arahan kepada empat pemburu tersebut untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak terulang kembali.

BACA JUGA:
Legal, 4 Satwa Langka Milik Bupati Langkat akan Dikembalikan
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments