Pemburu Rusa Taman Nasional Komodo Dibekuk Petugas Kepolisian

  • 9
    Shares

Ratusan bangkai rusa hasil perburuan dari Kawasan Taman Nasional Komodo bergelimpangan di pinggir Pantai So Toro Wamba, Bima Nusa Tenggara Barat. Foto : Antara foto/HO/Penerangan Korem 162 Wina Bhakti

Gardaanimalia.com – Polres Kota Bima berhasil menangkap seorang pemburu rusa dan kerbau berinisial N (49) di Pinggir pantai So Toro Wamba, Desa Poja, Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (29/12) pagi.

Kejadian ini bermula ketika seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) Papua Bernama Ipda Suriadin yang kebetulan sedang cuti di NTB mendapat laporan dari warga tentang bongkar muat 100 ekor rusa dan 4 ekor kerbau di pantai So Toro Wamba. Mendapat laporan tersebut, Ipda Suriadin mendatangi lokasi dan melihat pelaku N sedang memindahkan potongan tubuh rusa ke mobil Pick up.  Suriadin langsung menangkap pelaku dan melaporkannya ke Polsek Sape, sementara keempat pelaku lainnya melarikan diri.

“Pelaku sempat menawarkan uang suap sejumlah Rp. 20 juta dan 10 ekor rusa pada Suriadin, namun ia bergeming dan tetap menangkap pelaku,’ ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo Minggu (30/12).

Bangkai Rusa dan Kerbau yang bergelimpangan di pinggir pantai itu merupakan hasil perburuan pelaku di kawasan Taman Nasional Komodo, NTB. Untuk melancarkan aksinya, mereka membawa ratusan bangkai itu ke Pantai Sape dengan kapal.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa dua pucuk senjata laras panjang rakitan berjenis mouser dan SS1 yang sudah dimodifikasi serta amunisi peluru berdiameter proyektil 5,56 mm sejumlah 8 butir. Selain barang bukti tersebut, petugas kepolisian juga menyita 1 unit kapal boat kayu, 1 kepala kerbau dan 9 ekor bangkai rusa.

N yang berasal dari Desa Sangia, Sape, Bima kini ditahan di Polres Sape. Polisi masih terus mengembangkan kasus perburuan rusa di Taman Nasional Komodo, NTB ini karena keempat pelaku lain belum tertangkap.

Rusa Timor merupakan satwa dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. P92 tahun 2018 tentang perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. P20 tahun 2018 tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Satwa langka rusa memang banyak hidup di kawasan Taman Nasional Komodo dan merupakan mangsa utama Komodo. Apabila satwa ini diburu terus menerus oleh oknum tak bertanggung jawab, maka keberlangsungan hidup Komodo akan terganggu.


  • 9
    Shares

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 2 =