Penyelundupan Satwa Tidak Boleh Terbang Bersama Kita!

  • Share

Gardaanimalia.com – Meskipun aktivitas penerbangan di seluruh dunia mengalami hambatan dan turun drastis akibat pandemi covid-19, namun hal tersebut tidak menyurutkan aktivitas penyelundupan satwa liar yang dilakukan melalui jalur udara.

Berdasarkan laporan penghentian penyelundupan satwa liar yang terjadi sepanjang tahun 2020, tampak bahwa para penyelundup masih menemukan ragam cara dan kesempatan dalam memanfaatkan transportasi udara untuk melancarkan aksi mereka.[1]Michelle Owen. (19 Juli 2021). “It Doesn’t Fly With Us”: New campaign sees aviation industry stepping up to protect threatened wildlife. SOS Galapagos. … Continue reading

Aktivitas penyelundupan yang dinilai tidak memiliki pertimbangan terhadap kelangsungan hidup satwa dilindungi ini menyebabkan ribuan spesies terancam punah.[2]Smriti Mallapaty. (10 Juli 2020). Scientists call for pandemic investigations to focus on wildlife trade. Nature News. https://www.nature.com/articles/d41586-020-02052-7

Berangkat dari persoalan ini, pada Hari Badak Sedunia atau tepatnya pada 22 September 2021, berbagai bandara dan maskapai penerbangan di seluruh dunia melakukan kampanye melawan penyelundupan satwa liar.[3]TRAFFIC. (22 September 2021). Aviation industry’s global message to wildlife traffickers: “It Doesn’t Fly With Us!”. … Continue reading

Saat itu, beragam perusahaan penerbangan dari Amerika Selatan, Afrika, Eropa, dan Asia, meluncurkan video kampanye berjudul A Message From The Aviation Industry: ‘It Doesn’t Fly With Us!.[4]https://www.youtube.com/watch?v=PCKsbXRnAPI

Video berdurasi sekitar dua menit tersebut merupakan bagian dari kampanye penghentian penyelundupan kehidupan liar yang digagas oleh ROUTES (Reducing Opportunities for Unlawful Transport of Endangered Species) dan United for Wildlife.[5]USAID ROUTES adalah program kemitraan pemberantasan penyelundupan satwa liar antara Pemerintah AS, WWF, TRAFFIC (Organisasi Non-Pemerintah Pengawas Perdagangan Kehidupan Liar), IATA (Asosiasi … Continue reading[6]United for Wildlife adalah program kerjasama dalam pemberantasan kejahatan terhadap kehidupan liar yang disponsori oleh Adipati Cambridge. United for Wildlife. https://unitedforwildlife.org/about-us/

Dalam membantu upaya pemberantasan perdagangan ilegal hidupan liar, sejak dimulai 2015 lalu, ROUTES telah berkolaborasi dengan bandara dan maskapai penerbangan di seluruh dunia melalui pemberian data, pelatihan, dan sumber daya untuk menyiapkan para personel mereka.

BACA JUGA:
7 Hewan Langka Siap Jadi Penghuni TN Gunung Ciremai

Salah satu video yang diinisiasi pada Hari Badak Sedunia pun memperlihatkan bagaimana kepedulian berbagai pihak untuk menekan angka kejatahan ini, bahkan dari langit dunia (jalur udara).

Juliana Scavuzzi, Direktur Senior Urusan Hukum dan Perlindungan Lingkungan Alam Airport Council International, menyampaikan bahwa kampanye global ini bisa membantu tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s).[7]Airport Council International (ACI) adalah dewan penerbangan internasional yang membantu mengembangkan kebijakan, program, dan praktik terkait keamanan dan keberlanjutan industri penerbangan. About … Continue reading

Pun melindungi keanekaragaman hayati bumi, serta mencegah kemunculan kembali virus dan penyakit-penyakit menular yang berasal dari kehidupan liar, tambahnya.

Kampanye ini juga dinilai sebagai upaya yang cukup berarti oleh organisasi-organisasi konservasi alam internasional yang memiliki pengaruh, seperti International Union for Conservation of Nature (IUCN), Conservation International (CI), Fauna & Flora International (FFI), hingga World Wide Fund for Nature (WWF).[8]TRAFFIC. (22 September 2021). Aviation industry’s global message to wildlife traffickers: “It Doesn’t Fly With Us!”. … Continue reading

Dengan bersama-sama menyatakan dengan keras It Doesn’t Fly With Us!, maskapai penerbangan dan perusahaan-perusahaan pengelola transportasi udara menilai bahwa perdagangan ilegal kehidupan liar tidak ditolerir dalam penerbangan di manapun.

Istilahnya, mematahkan sayap kejahatan ini tidak hanya akan menyelamatkan 6.000 spesies satwa liar di dunia, namun juga menyelamatkan umat manusia dari konsekuensi aktivitas yang tidak berbelas kasihan ini.

Referensi[+]

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments