Berita  

Penyidik Tetapkan Dua Tersangka Atas Kematian 3 Ekor Harimau di Aceh

Dua dari tiga ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang mati terjerat di wilayah PT Aloer Timur, Aceh pada Minggu (24/4). | Foto: Weinko Andika/Antara
Dua dari tiga ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang mati terjerat di wilayah PT Aloer Timur, Aceh pada Minggu (24/4). | Foto: Weinko Andika/Antara

Gardaanimalia.com – Penyidik Satreskrim Polres Aceh Timur berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku tindak pidana atas kasus kematian tiga ekor harimau sumatera di kawasan HGU PT Aloer Timur.

Seperti berita sebelumnya, tiga ekor harimau ditemukan mati dalam kondisi terkena jerat sling di Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (24/4) lalu.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, melalui Kasat Reskrim, AKP Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, bahwa pihaknya telah selesai melakukan serangkaian penyidikan.

Dengan cara memeriksa saksi-saksi, petunjuk yang ditemukan serta barang bukti dan dilanjutkan dengan gelar perkara, lanjutnya.

“Kini kita telah menetapkan dua orang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi harimau sumatera,” Jumat (29/4).

Dirinya juga menjelaskan, hal ini bermula dari informasi petugas Forum Konservasi Lauser (FKL) yang telah menemukan tiga ekor satwa dalam kondisi mati di wilayah HGU PT Aloer Timur.

Kemudian, pihaknya pun melakukan pulbaket untuk mencari tahu penyebab kematian dari ketiga ekor satwa dilindungi tersebut hingga akhirnya mendapatkan informasi terbaru.

“Diperoleh informasi bahwa adanya kelompok orang yang berasal dari luar Provinsi Aceh sedang menjerat babi di wilayah Kecamatan Peunaron,” ungkap Miftahuda.

Berdasarkan informasi tersebut, tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Timur langsung menuju kemah yang berada di kawasan PT Agra Bumi Niaga yang terletak di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron.

“Sesampainya di kemah, kami dapati delapan orang. Saat dilakukan interogasi awal, kami menemukan dua buah gulungan aring/seling yang sama persis yang menjerat tiga ekor harimau sumatera,” paparnya.

BACA JUGA:
Jauh dari Habitatnya, Buaya Muara Ditemukan di Selokan

Selain itu, tim juga menemukan beberapa helai bulu burung kuau raja (Argusianus argus) yang merupakan satwa dilindungi undang-undang.

“Melihat hal tersebut, tim kemudian membawa kedelapan orang penjerat babi ke Polres Aceh Timur guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Timur.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, penyidik menetapkan dua tersangka dari delapan orang tersebut yaitu berinisial JD (37 tahun) dan YM (56 tahun).

Kedua tersangka yang diduga melakukan tindak pidana itu diketahui merupakan warga Desa Saragih Timur, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Atas perbuatannya, terduga pelaku akan dijerat menggunakan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo. Pasal 40 Ayat 2 Subs Pasal 40 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments