Peringati Hari Binatang Sedunia, Pantau Gambut Ajak Jaga Habitat

  • Share

Gardaanimalia.com – Peristiwa masuknya satwa ke pemukiman penduduk seringkali terjadi. Dilansir dari antaranews.com, Lola Abas selaku Koordinator Nasional Pantau Gambut mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena luas habitat dan ketersediaan pakan mereka di alam terus berkurang. Lola menghimbau masyarakat untuk menjaga habitat satwa langka agar konflik serupa tak lagi terjadi.

“Kalau habitat mereka terjaga, rumah mereka aman-aman saja, mereka tidak akan masuk ke area pemukiman. Jika diibaratkan dengan manusia, mereka tergusur dari rumahnya. Kalau digusur, kita mau tinggal dimana,” papar Lola.

Masuknya satwa ke pemukiman kerap menimbulkan konflik yang berujung pada pembunuhan satwa. Selain karena perburuan, kasus tersebut dan berkurangnya luas habitat menjadi pengaruh menurunnya jumlah populasi satwa langka.

Sejumlah aktivitas invasif manusia seperti deforestasi, alih fungsi lahan, perkebunan monokultur, pertambangan, atau pembangunan infrastruktur memerlukan pengeringan lahan gambut. Kegiatan tersebut kerap meinimbulkan bencana kebakaran.

Untuk memperingati Hari Binatang Sedunia pada tanggal 4 Oktober, Lola menginginkan adanya peningkatan kesadaran pada masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa di lahan gambut. Cara tersebut bisa dimulai dari menjaga habitatnya, menghentikan perdagangan ilegal, dan tidak memeliharanya.

“Kampanye untuk meningkatkan awareness ini perlu dilakukan secara konsisten. Biasanya isu kerusakan lahan gambut baru muncul setelah ada kasus kebakaran hutan. Tapi, begitu tetes hujan pertama jatuh, orang lupa pada isu tersebut, sampai tiba kebakaran selanjutnya,” ujarnya.

Herlina Agustin, selaku peneliti dari Pusat Stusi Ilmu Komunikasi Lingkungan Universitas Padjadjaran memaparkan bagaimana sulitnya proses rehabilitasi satwa yang telah dipelihara manusia. Padahal masing-masing satwa memiliki fungsi menjaga keseimbangan di alam yang tak dapat tergantikan. Salah satunya adalah serangga.

“Kepunahan serangga akan mempercepat kepunahan manusia, secepat apapun manusia berusaha untuk menggantikan fungsi serangga. Sebagian spesies serangga kini telah masuk dalam satwa langka yang harus dilestarikan,” papar Herlina.

BACA JUGA:
25 Burung Sitaan BBKSDA Jatim Dikembalikan ke Habitatnya di Sulawesi
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments