Refleksi: Menjaga Hayati, Merayakan Hari Strategi Konservasi

  • Share
Keanekaragaman hayati Indonesia. | Foto: WWF, Antara, Wikipedia, Pixabay, Betahita, Mongabay, Liputan 6, Jalak Suren, Greeners, PIxabay
Keanekaragaman hayati Indonesia. | Foto: WWF, Antara, Wikipedia, Pixabay, Betahita, Mongabay, Liputan 6, Jalak Suren, Greeners, PIxabay

Gardaanimalia.com – Pada Minggu tanggal 6 Maret kemarin, kita memperingati Hari Strategi Konservasi Sedunia. Tahukah kamu apa itu Hari Strategi Konservasi?

Kemudian, hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk memperingatinya? Mari cari tahu soal Hari Strategi Konservasi di sini.

Hari Strategi Konservasi ditetapkan pada tahun 1980 dalam laporan bertajuk World Conservation Strategy: Living Resource Conservation For Sustainable Development.

Laporan tersebut diterbitkan berdasarkan kerja kolaborasi antara International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), United Nations Environment Programme (UNEP), dan World Wildlife Fund (WWF).

Terbitnya laporan itu merupakan hasil diskusi mengenai hubungan antara manusia dan lingkungan yang sudah tidak baik lagi. Pada saat itu manusia mulai mampu melakukan pembangunan secara masif.

Manusia kini mampu berinovasi secara terus menerus tanpa mempertimbangkan tanggung jawabnya menjaga alam. Hal ini terjadi karena jumlah manusia terus bertambah, kebutuhan akan sumber daya pun terus meningkat.

Pemanfaatn sumber daya yang besar ini kemudian berubah menjadi eksploitasi yang kemudian mendatangkan ancaman baru yaitu bencana alam.

Sejumlah peristiwa seperti erosi tanah, kerusakan ekosistem, serta kepunahan banyak spesies justru akan mengancam kelangsungan hidup manusia di masa depan.

Keadaan inilah yang kemudian melahirkan ide-ide serta gagasan, bahwa manusia perlu dan harus membuat strategi konservasi untuk menjaga kelestarian alam.

Dalam skala global, strategi konservasi juga dibutuhkan untuk menjaga bumi. Manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya, alam harus dijaga dengan strategi konservasi selama manusia masih berkegiatan di muka bumi.

Laporan World Conservation Strategy adalah wujud tanggung jawab manusia untuk menyusun strategi menjaga kelestarian alam.

Dalam diskusi tersebut, dikatakan bahwa strategi konservasi yang baik adalah strategi yang melibatkan seluruh kelompok mulai dari pemangku kebijakan, tenaga ahli konservasi lingkungan, serta pelaku pembangunan atau industri.

BACA JUGA:
Mewujudkan Habitat Kedua, Upaya Selamatkan Badak Jawa

Laporan itu juga memaparkan tiga tujuan utama strategi konservasi dunia yaitu pertama menjelaskan kontribusi konservasi sumber daya alam terhadap pembangunan berkelanjutan.

Kemudian, menentukan isu konservasi dan kebutuhan yang menjadi prioritas agar dapat segera ditangani, serta yang terakhir menawarkan metode efektif untuk mencapai tujuan strategi ini.

Penetapan Hari Strategi Konservasi Sedunia bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dunia terhadap pentingnya bersinergi untuk menjaga alam agar tetap lestari.

Peringatan ini menjadi penting sebab hingga saat ini pembangunan terus terjadi secara masif. Sementara alam dan seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalamnya terus dihadapkan dengan berbagai ancaman kerusakan lingkungan.

Terutama bagi kita warga negara Indonesia yang memiliki banyak sumber keanekaragaman hayati.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Hari Strategi Konservasi sebagai hari besar di Indonesia untuk menjaga kesadaran bersama menjaga kelestarian alam.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments