Sang ‘Naga Merah’ Dilepasliarkan di Danau Sentarum

  • Share
Pelepasliaran ikan arwana super red oleh BKSDA Kalimantan Barat pada 23 Oktober 2021 | Dok. BKSDA Kalbar
Pelepasliaran ikan arwana super red oleh BKSDA Kalimantan Barat pada 23 Oktober 2021 | Dok. BKSDA Kalbar

Gardaanimalia.com – Sang “ikan naga” super merah akhirnya pulang kampung pada Sabtu (23/10), tepatnya dilepasliarkan oleh BKSDA Kalimantan Barat di Danau Merebung, Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

“Ikan naga” atau yang lebih dikenal dengan sebutan ikan arwana jenis super merah (Scleropages formosus) ini dikembalikan sebanyak 29 dari 31 indukan yang ada (dua di antaranya sedang dalam perawatan).

Berdasarkan Permen LHK No. 106 tahun 2018, ikan arwana super merah atau dikenal juga sebagai siluk merah adalah salah satu ikan dilindungi dan sudah sangat langka di alam.

Ikan hias endemik Kapuas Hulu ini termasuk dalam Apendiks I CITES dan kategori terancam punah (EN) menurut IUCN Red List. Hal ini disebabkan oleh tingginya aktivitas jual beli atau perdagangan yang terus ada.

“Saat ini populasi ikan arwana di alam secara pasti memang belum terdata. Namun demikian, keberadaan dan peredaran ikan arwana dari penangkaran sudah sangat banyak. Bahkan bisa dikatakan bahwa kekhawatiran akan ancaman terhadap kelestarian ikan arwana ini hampir tidak ada. Yang perlu dijaga dan terus didorong adalah upaya pengembalian ke alam melalui kegiatan pelepasliaran yang sudah beberapa kali dilakukan dan akan terus dilakukan ke depan,” uajr Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta melalui keterangan tertulis.

Keterangan lainnya disampaikan oleh Kepala BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Wahju Rudianto. “Kami telah membangun sanctuary ikan arwana super red berbasis masyarakat dalam rangka pelestariannya di alam khususnya di Danau Merebung Taman Nasional Danau Sentarum.”

Danau sentarum adalah salah satu dari tiga danau habitat alami ikan arwana di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.

BACA JUGA:
Polisi Gagalkan Penyelundupan 153 Reptil Liar di Bandara Soetta

Wahju juga mengungkapkan bahwa adanya sumbangan 31 ekor indukan super red dari PT Mitra Sarana Aquatama tersebut membantu upaya operasionalisasi sanctuary yang selanjutnya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya.

“Dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan anakannya,” imbuhnya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pihak Balai KSDA Kalimantan Barat dan PT Mitra Sarana Aquatama yang telah berkontribusi membantu kami dalam operasionalisasi sanctuary Ikan Arwana Super Red, Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk mengatur pola pemanfaatan ikan Arwana dari alam agar kelestariannya dapat terus terjaga” pungkas Wahju.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments