Seekor Gajah Ditemukan Mati di Perkebunan Sawit Diduga Keracunan


Petugas sedang memeriksa bangkai seekor gajah betina yang ditemukan mati di kawasan perkebunan kelapa sawit PT. Atakana, Aceh. Foto :  Antara Foto/Cek MAD/AFP

Gardaanimalia.com – Seekor gajah Sumatera berjenis kelamin betina ditemukan mati di area perkebunan kelapa sawit PT. Atakana di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Aryanto mengatakan bahwa bangkai gajah ditemukan pekerja perusahaan yang hendak membersihkan kebun pada Rabu (20/11) sekitar pukul 12.30 WIB

“Pihak kami mendapatkan laporan dari petugas PT. Atakana pada mengenai adanya bangkai gajah di kawasan perkebunan,” ujarnya pada Kamis (21/11).

Tim BKSDA Aceh dan Conservation Response Unit (CRU) yang saat itu sedang melakukan patroli gajah di Kecamatan Ranto Peureulak langsung mendatangi lokasi. Disana ditemukan bangkai seekor gajah yang diperkirakan berumur 26 tahun dan telah mati sekitar 4-6 hari sebelumnya.

“Kami kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan perihal adanya gajah yang mati tidak wajar,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, belum diketahui pasti penyebab kematian gajah. Dari hasil pemeriksaan tidak ada bagian tubuh dari gajah tersebut yang hilang.

“Saat ini tim identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur bersama dokter dari BKSDA Aceh telah melakukan nekropsi (pemeriksaan kematian) terhadap gajah malang itu,” ungkapnya.

Dari bangkai tersebut diambil sampel dari dalam perut gajah seperti hati, limpa, usus, isi usus, cairan lambung dan isi talon untuk diperiksa di laboratorium forensik Polri.

Ia pun menuturkan bahwa lokasi kematian gajah ini dekat dengan lokasi konflik gajah dan manusia beberapa hari lalu. Meski tempatnya agak berjauhan, namun lokasi masih berada dalam satu wilayah Gampong Seumanah Jaya.

“Di lokasi tersebut sedang dilakukan penggiringan gajah liar karena sedang banyak gajah, sejak hari Senin kemarin tim sudah dilokasi untuk melakukan penggiringan,” cetusnya.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro mengatakan pihaknya telah memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian. Pihaknya juga melakukan penyisiran dalam radius 100 meter dari lokasi untuk mencari benda-benda yang mencurigakan terkait kematian gajah tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membunuh atau meracuni satwa dilindungi tersebut, selain melanggar hukum juga akan merusak habitat alam,” ucap Eko.


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − 8 =