Undang-Undang Baru di Spanyol Berikan Perlindungan terhadap Hewan

  • Share
Ilustrasi anjing dan kucing, termasuk satwa peliharaan dan liar yang juga memiliki perasaan, sama halnya seperti manusia. | Foto: National Geographic
Ilustrasi anjing dan kucing, termasuk satwa peliharaan dan liar yang juga memiliki perasaan, sama halnya seperti manusia. | Foto: National Geographic

Gardaanimalia.com – Pada Kamis (9/12) lalu, Spanyol mengesahkan Undang-Undang baru tentang perasaan satwa di Kongres Deputi, yang mana diputuskan bahwa hewan di Negara tersebut mesti diberikan perlindungan sebagai makhluk hidup oleh hukum.

Melalui pengesahan Undang-Undang itu, maka akan ada sanksi baru terhadap tindakan penyitaan, penganiayaan, dan pengabaian hewan-hewan peliharaan dan liar.

Undang-Undang tersebut juga mengatur bagaimana hak asuh hewan peliharaan yang itu ditentukan setelah terjadinya perceraian pemilik satwa.

Ketetapan hukum yang baru disahkan tersebut menambah untaian hak-hak hewan ke dalam KUHP Spanyol yang sudah ada sebelumnya, yaitu berkaitan dengan perasaan atau kemampuan merasa yang dimiliki hewan.

Selain itu, regulasi baru itu juga akan memperbanyak pedoman hukum dalam penyelesaian perselisihan perdata mengenai properti, keluarga, dan perceraian. Sehingga keputusan yang diambil berdasarkan kepentingan terbaik hewan, serta manusia mereka.

Sebelumnya, “hewan-hewan tidak dianggap berbeda dari televisi” dalam pertempuran hukum seperti itu, kata Guillermo Díaz dari partai politik Citizens Spanish, seperti diberitakan El Pais, dilansir dari National geographic.

“Ini adalah langkah maju dan dikatakan bahwa dalam perpisahan dan perceraian, pengaturan yang akan diterapkan pada hewan-hewan akan mempertimbangkan tidak hanya kepentingan manusia, tetapi juga hewan-hewan itu,” tutur María González Lacabex dari INTERcids, Advokat Hak-hak Hewan, dikutip dari IFL Science.

Selain di Spanyol, bahasan tentang perasaan hewan juga telah menjadi perbincangan hangat di tahun 2021 di Inggris. Pada Mei tahun ini, terdapat 50 badan amal hewan yang mana itu menginspirasi Pemerintah Inggris untuk mengakui satwa sebagai makhluk hidup secara resmi dalam hukum domestik.

“Perasaan hewan mengacu pada kemampuan hewan untuk merasakan dan mengalami emosi seperti kegembiraan, kesenangan, rasa sakit dan ketakutan,” dikutip dari makalah ilmiah berjudul Searching for Animal Sentience: A Systematic Review of the Scientific Literature.

“Kemampuan hewan untuk merasakan keadaan positif dan negatiflah yang mendorong gerakan kesejahteraan hewan dan merupakan alasan mengapa Undang-Undang perlindungan hewan ada,” menurut para peneliti dalam makalah yang terbit di jurnal Animals pada tahun 2013 tersebut.

BACA JUGA:
56 Ekor Burung Langka Endemik Papua Gagal Diselundupkan

Dalam tulisan yang terbit di National Geographic menyebut bahwa para anggota parlemen di AS saat ini sedang memperjuangkan kelompok hewan sefalopoda termasuk cumi-cumi dan gurita.

Disebutkan juga bahwa banyak orang merebus gurita hidup-hidup, bahkan memakannya hidup-hidup. Sementara hasil ragam studi mengungkap bahwa hewan-hewan seperti gurita, lobster, dan kepiting dapat merasakan sakit seperti halnya manusia.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments