Berita  

Usai Dianiaya, Kondisi Monyet Memprihatinkan

Monyet ekor panjang dan lutung jawa saat berada di kandang. | Foto: Jabar News
Monyet ekor panjang dan lutung jawa saat berada di kandang. | Foto: Jabar News

Gardaanimalia.com – Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan lutung jawa (Trachypithecus auratus) yang diselamatkan oleh Polres Tasikmalaya, kini sedang menjalani rehabilitasi.

Proses rehabilitasi dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah VI Tasikmalaya. Kedua ekor satwa liar tersebut disita dari dua pemuda berinisial AY dan I.

“Monyet dan lutung yang kami sita dari AY dan I, sudah diserahkan ke BKSDA untuk proses rehabilitasi,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ari Rinaldo, Rabu (14/9).

Ia menjelaskan tentang asas pengamanan dua ekor satwa liar tersebut. Ujarnya, monyet merupakan korban penyiksaan yang dilakukan AY, demi mendapatkan uang dari hasil menjual konten penyiksaan hewan.

Sementara, lutung merupakan milik I yang hendak dijual dengan bantuan dari AY. “Jadi, Si I pemilik lutung ini minta bantuan AY untuk jualin, karena tidak laku-laku. Makanya kami akan kembangkan terus,” sebutnya.

Ari mengatakan, pengembangan kasus yang dilakukan kepolisian di antaranya meliputi terkait kemungkinan praktik jual beli satwa dilindungi.

Pasalnya, kata Ari, salah satu tersangka berinisial I tersebut pernah menjual beberapa satwa lainnya, seperti lutung dan musang.

Dalam video rilis kepolisian, tampak kondisi monyet ekor panjang dan lutung jawa begitu memprihatinkan. Satwa terlihat tidak terlalu aktif dan tak banyak bergerak.

Kepala Seksi BKSDA Wilayah VI Tasikmalaya, Tatan Rustandi mengatakan, saat ini monyet dan lutung sudah berada di rumah aman hewan.

Ia menceritakan, bahwa kondisi lutung jawa masih normal. “Tidak mengalami kendala kesehatan berarti,” terang Tatan, Rabu (14/9).

Sedangkan, lanjutnya, keadaan monyet mengalami luka pada bagian wajahnya. Namun, pihaknya belum mengetahui penyebab luka tersebut. “Nanti penyidik yang mendalami,” tuturnya.

Kini, pihak BKSDA Wilayah VI Tasikmalaya tengah berupaya untuk memulihkan kondisi kedua satwa liar tersebut. “Karena pada saat ditemukan tingkahnya pasif.”

BACA JUGA:
Anoa si Kerbau Kerdil, Satwa Endemik Sulawesi yang Terancam Kepunahan
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments