Warga Serahkan 4 Ekor Anak Kucing Kuwuk ke BKSDA Sumbar

  • Share
Empat ekor anak kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) ditemukan oleh warga Agam di sawah dan kini telah diserahkan ke BKSDA Sumbar. | Foto: Istimewa/Inews Sumbar
Empat ekor anak kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) ditemukan oleh warga Agam di sawah dan kini telah diserahkan ke BKSDA Sumbar. | Foto: Istimewa/Inews Sumbar

Gardaanimalia.com – Empat ekor anak kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) ditemukan di sawah oleh seorang warga Simpang Durian, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Minggu (14/11) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Saat ditemukan, satwa ini langsung dibawa oleh warga ke rumahnya. Pada sorenya, sekitar pukul 17.00 WIB, warga itu melaporkannya ke salah seorang wartawan dan diteruskan ke kita,” ujar Ardi Andono, Kepala BKSDA Sumatera Barat, Rabu (17/11), dikutip dari padangkita.

Petugas Resort Bukittinggi yang mendapat laporan tersebut pun langsung mendatangi lokasi dan menerima satwa dilindungi itu untuk kemudian dilakukan dievakuasi, lanjutnya.

Diketahui pula empat anak kucing kuwuk tersebut masih berusia satu bulan, tiga di antaranya berjenis kelamin jantan dan satu ekor lainnya berjenis kelamin betina. “Kondisi satwanya sehat dan bisa menyusu melalui dot,” jelas Ardi Andono.

Menindaklanjuti serahan warga, BKSDA Sumatera Barat pun menitipkan satwa yang juga dikenal sebagai kucing congkok tersebut ke lembaga konservasi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi (TMSBK) untuk dilakukan perawatan.

Dalam hal ini, pihak BKSDA Sumatera Barat juga mengimbau kepada masyarakat apabila warga menemukan kucing langka itu lagi diharapkan untuk tidak langsung melakukan evakuasi, dan menunggu hingga 2 hari.

Ini dikarenakan salah satu perilaku kucing kuwuk yang berpindah-pindah tempat untuk menghindari predator, terang Ardi Andono.

Sehingga menurutnya, ada kemungkinan empat ekor anak kucing kuwuk tersebut akan diambil kembali oleh induknya.

Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, kucing kuwuk terdaftar dalam spesies risiko rendah (Least concern) sejak tahun 2002.

Status risiko rendah tersebut karena persebarannya masih luas, namun satwa langka itu terancam oleh hilangnya habitat dan perburuan di beberapa bagian wilayah persebaran.

BACA JUGA:
Penyelundupan Satwa di Bandara Kualanamu Berhasil Digagalkan
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments