Berita  

50 Anak Penyu Lekang Dilepas ke Lautan

Ilustrasi anak penyu lekang yang dilepasliarkan di Bali, pada Selasa (6/7/2021). | Foto: Firdia Lisnawati/AP Photo
Ilustrasi anak penyu lekang yang dilepasliarkan di Bali, pada Selasa (6/7/2021). | Foto: Firdia Lisnawati/AP Photo

Gardaanimalia.com – Sebanyak 50 ekor anak penyu lekang (Lepidochelys olivacea) berhasil dilepaskan ke laut Pantai Kuta, pada Kamis (15/12) sore.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Ulang Tahun ke-1 Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Kuta berkolaborasi dengan Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTC).

Ketua Panitia, Wayan Suwali Karang menyampaikan, bahwa pelepasliaran tukik ini lazim dilakukan. “Karena tukik merupakan ikon pariwisata Pantai Kuta, jadi hal itu hampir setiap tahun kami lakukan”.

Bahkan, sambungnya, dilansir dari NusaBali pada Sabtu (17/12), lembaga-lembaga tinggi melakukan pelepasan tukik setiap mengadakan kegiatan di Pantai Kuta.

Ia menjelaskan, lembaga konservasi tukik tersebut sudah ada sejak 22 tahun lalu di Desa Adat Kuta yang membentuk suatu lembaga penyelamatan tukik.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya penyu-penyu yang datang ke Pantai Kuta untuk bertelur. “Sedangkan di satu sisi penyu merupakan hewan langka dan dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya.

Sehingga, kata Wayan Suwali, melepaskan tukik kembali ke lautan adalah kewajiban kita secara moral. Guna berkontribusi menyelamatkan anak penyu agar bisa lestari.

Dalam kesempatan yang sama, pencetus KBSTC, I Gusti Ngurah Tresna bahagia dirinya dapat terlibat dalam acara tersebut.

Menurutnya, ini adalah momentum yang tepat untuk mengedukasi publik bahwa melestarikan anak penyu merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita merilis tukik-tukik terakhir di lembaga konservasi kita karena musimnya telah selesai. 50 ekor tukik terakhir untuk dilepas kembali ke alamnya”.

Tukik ini, lanjutnya, adalah yang terakhir. “Maret tahun depan baru lagi ada penyu untuk menetas,” papar laki-laki yang akrab disapa Mr Turtle.

Mr Turtle: Sekitar 35.000 anak penyu Dilepasliarkan pada 2022

Sepanjang tahun 2022, jelasnya, KBSTC bersama warga setempat telah melepaskan sekitar 35.000 ekor tukik ke laut lepas.

BACA JUGA:
Karantina Pertanian Banjarmasin Gagalkan Penyelundupan 240 Ekor Kolibri Ninja

Waktu terbaik untuk pelepasliaran yaitu saat tukik baru menetas. Hal itu agar tukik mempunyai daya adaptasi terhadap alam liar, seperti mencari makan dan melindungi diri dari predator.

Di sisi lain, Mr Turtle menceritakan, lembaga konservasi yang didirikannya sudah memiliki 7 orang anggota yang konsisten menyelamatkan telur penyu di sepanjang Pantai Kuta, Legian, Seminyak hingga pantai Canggu.

Meski hanya beranggotakan 7 orang, Ia membeberkan jika pihaknya juga dibantu oleh relawan lokal bahkan relawan dari wisatawan mancanegara.

“Ini salah satu bukti bahwa sekarang kita tidak mengonsumsi penyu lagi. Karena image Bali di International adalah pembantai penyu,” ungkapnya.

Saat ini, melalui upaya banyak pihak, Mr Turtle berharap dapat menepis image tersebut dengan bentuk-bentuk kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.

“Bagaimana kita melestarikan penyu-penyu yang bertelur di kawasan pantai Kuta yang betul-betul kita jaga kelestariannya untuk berkelanjutan,” imbuhnya.

votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments