Gardaanimalia.com - Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di lahan warga di Kampung Rikit Musara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (23/11/2025). Temuan ini kembali menambah daftar kematian satwa dilindungi di Aceh.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan gajah tersebut berjenis kelamin betina dan diperkirakan berusia sekitar lima tahun.
“Anak gajah itu berjenis kelamin betina, estimasi umur sekitar 5 tahun,” kata Ujang saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).
Ujang menambahkan bahwa berdasarkan kondisi fisik dan tingkat pembusukan, bangkai diperkirakan baru berusia satu hari saat ditemukan.
“Bangkai itu baru sehari,” ungkap Ujang.
Ia berkata, pemeriksaan awal juga menunjukkan tidak ada luka atau tanda kekerasan pada tubuhnya, “Tidak ada bekas luka.”
Di sekitar lokasi, petugas menemukan dua gubuk warga dalam keadaan roboh. Salah satu gubuk diketahui menyimpan bahan pestisida.
“Di sekitar lokasi terdapat dua gubuk roboh, yang salah satunya terdapat pestisida,” ucap Ujang.
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, tim dokter hewan BKSDA telah melakukan bedah nekropsi pada Senin (24/11/2025).
Sejumlah sampel organ telah diambil dan akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk analisis kemungkinan paparan racun.
Ujang menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan BKSDA Aceh sedang menelusuri semua kemungkinan penyebab, termasuk dugaan keterkaitan dengan pestisida yang ditemukan di sekitar lokasi.










