Perbedaan Rusa dan Kijang
Berdasarkan ilmu taksonomi rusa dan kijang termasuk dalam satu kelompok famili yang sama yaitu famili Cervidae. Ciri khusus dari famili Cervidae yaitu kelompok hewan ruminansia yang memiliki tanduk atau ranggah. Rusa dan kijang memiliki kekerabatan yang cukup dekat. Keduanya dikelompokkan dalam satu subfamili yang sama yaitu Cervinae dalam tribe yang berbeda.Perbedaan pada Ranggah
Ranggah atau umumnya disebut juga sebagai tanduk pada rusa maupun kijang. Ranggah merupakan bagian tubuh yang tumbuh di bagian kepala dalam jangka waktu tertentu. Tanduk pada rusa dan kijang mengandung zat keratin yang merupakan protein serupa pada rambut dan kuku manusia, sehingga dapat tumbuh kembali apabila terlepas.Ranggah berfungsi sebagai penanda jenis kelamin, menunjukkan kekuasaan, dan sebagai alat bertarung sesama penjantan. Salah satu perbedaan yang dapat dilihat dengan jelas adalah bentuk ranggah atau tanduk pada rusa dan kijang. Rusa pada umumnya memiliki ranggah dengan tiga cabang pada umur dewasa sedangkan kijang hanya memiliki 2 cabang ranggah. Ukuran ranggah rusa dapat melebihi ukuran panjang kepala sedangkan pada kijang ranggah berukuran cukup pendek.
Perbedaan Ukuran Tubuh Rusa dan Kijang
Kijang memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dibandingkan rusa. Berat badan kijang rata-rata hanya mencapai kisaran 35-45 kilogram sedangkan rusa dapat tumbuh hingga mencapai berat badan lebih dari 100 kilogram. Rusa sambar merupakan jenis rusa yang memiliki ukuran tubuh paling besar di antara jenis rusa lainnya diikuti oleh rusa timor kemudian rusa bawean. Baca juga: Cyrtodactylus Jatnai, Tokek Jenis Baru yang Diduga Endemik BaliPerbedaan Gigi Taring Rusa dan Kijang
Jika mengamati lebih lanjut dengan melihat susunan tengkorak kijang dan rusa terdapat perbedaan jelas pada susunan gigi taring keduanya. Pada kijang gigi taring tumbuh memanjang beberapa sentimenter sedangkan gigi taring rusa berukuran pendek.Susunan tengkorak rusa dan kijang hanya dapat diamati apabila terdapat individu yang sudah mati, dimangsa oleh predator dan keperluan penelitian. Dalam kasus perburuan liar identifikasi spesies rusa dan kijang juga dapat dilihat berdasarkan susunan tengkoraknya.












