Berita

Ancaman Besar Bagi Kucing Kuwuk adalah Tertabrak Kendaraan Bermotor

18/10/2025|Irvan Sjafari
Kucing kuwuk tertabrak kendaraan di  Jalan Lintas Barat Aceh. | Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

Kucing kuwuk tertabrak kendaraan di Jalan Lintas Barat Aceh. | Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

Gardaanimalia.com - Minggu terakhir September 2025, seorang warga bernama Anggi, akan pulang ke asramanya ketika dia melihat seekor kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) tergeletak di jalan di Desa Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar

Terusik karena iba, Anggi memungut kucing kuwuk itu dan membawanya ke dokter hewan terdekat keesokan harinya. 

Karena tahu bahwa kucing kuwuk adalah satwa dilindungi, ia juga melaporkannya ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Tim WRU BBKSDA Riau melakukan evakuasi malam harinya (29/9/2025) pukul 20.00 WIB di klinik dokter drh. Dedy Ryan Sukma tempat satwa tersebut diobati dan dirawat selama 3 hari 2 malam. Namun, kondisinya terus melemah dari pertama kali ditemukan.

Tim WRU BBKSDA Riau membawa satwa tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) kerja sama BBKSDA Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) untuk pemeriksaan dan perawatan secara intensif.

Dilansir dari laman BBKSDA Riau pada Rabu (7/10/2025), kepala kucing tersebut mengalami pendarahan (pecah pembuluh darah) pada selaput dan permukaan otak (meningen) bagian kanan menyeluruh.

Selain itu, terdapat fraktur (patah tulang) pada os parietal atau os temporal pars squamosa bagian kanan.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, satwa tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan mati pada Selasa, 30 September 2025.

Rudi Kridiawadi, Koordinator Forum HarimauKita menyampaikan kasus tersebut merupakan cerminan habitat kucing kuwuk yang sudah terfragmentasi karena Hutan Tanaman Industri (HTI), perkebunan sawit, perkebunan karet. Nah, fragmentasi semakin besar dengan adanya jalan raya, ujar Rudi. 

“Sebagai satwa nokturnal atau aktif di malam hari, kucing kuwuk melintas di jalan karena mengira itu masih habitatnya. Pengendara kendaraan bermotor melihat ada satwa dan tidak sengaja menabraknya,” ujar Rudi kepada Garda Animalia, Rabu (15/10/2025).

Kucing kuwuk adalah satwa yang bisa beradaptasi saat kondisi lingkungan yang berubah. Maka tak heran, ia juga bisa masuk ke permukiman. 

“Untungnya konflik dengan manusia nyaris tidak pernah terjadi. Kucing kuwuk hanya memangsa tikus atau mamalia kecil, tidak ternak ayam atau unggas milik warga,” ungkap Rudi. 

Fungsi kucing dalam ekologis adalah ikut mengendalikan populasi tikus. Untungnya, sebaran dan populasi satwa ini masih banyak. 

Kucing kuwuk juga diketahui mudah berkembang biak. Ia menyatakan, kamera jebak yang dipasang banyak merekam keberadaan kucing kuwuk.

“Ancaman yang paling besar memang ketika dia melintasi jalan dan tertabrak kendaraan,” imbuh Rudi.  

Kasus serupa bukan saja terjadi di Riau. Pada 9 Mei 2021, dilaporkan terdapat penemuan bangkai satwa ini di jalan dekat Pasar Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Warga yang melihat langsung melaporkannya ke BKSDA Resor Agam.

Pada 13 Maret 2021, seekor kucing hutan ditemukan mati di pinggir jalan nasional Meulaboh-Banda Aceh, dekat Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, juga ditabrak kendaraan melintas. Satwa itu lari tergesa-gesa diduga karena sedang menghindari kebakaran hutan.

Akan tetapi, tak terbatas hanya pada ancaman tertabrak kendaraan. Masih ada kasus di mana anak kucing kuwuk diperjualbelikan karena masih ada orang yang memelihara walau itu melanggar undang-undang. 

Kucing hutan merupakan salah Satwa yang dilindungi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 dan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024.