Gardaanimalia.com – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua bersama petugas keamanan penerbangan Aviation Security (Avsec), berhasil menggagalkan upaya pengiriman burung cenderawasih kerah besar (Lophorina superba).
Satwa dilindungi ini ditemukan saat pengawasan lalu lintas di kargo Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (24/9/2025).
Melalui rilis Badan Karantina Indonesia, Kepala Karantina Papua Lutfie Natsir menegaskan, Barantin berkomitmen dalam pengawasan lalu lintas satwa dan tumbuhan langka, sesuai undang-undang yang berlaku.
“Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/Kum.1/12/2018, burung cendrawasih tersebut merupakan satwa dilindungi. Selain itu, sesuai Pasal 21 ayat (2) Undang Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, satwa dilindungi tidak boleh dilalulintaskan,” ujarnya.
Lutfie juga menambahkan, penyelundupan ini terbongkar karena mesin deteksi X-Ray saat pemeriksaan kargo. Dari hasil pengecekan, petugas mendapati burung langka dalam kondisi mati di dalam paket styrofoam yang terbungkus rapi.
Selanjutnya, sesuai prosedur, petugas menyerahterimakan barang bukti kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua untuk proses lebih lanjut.
“Karena itu barang bukti diserahkan kepada BBKSDA papua untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Penyelenggaraan karantina bertujuan juga untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina (HPHK), hama penyakit ikan karantina (HPIK), dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Tidak hanya menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dari ancaman hama dan penyakit, tetapi juga mendukung upaya perlindungan satwa endemik yang dilindungi undang-undang.
Lutfie mengapresiasi kerja sama Avsec Bandara Sentani yang selalu sigap dalam mendeteksi barang-barang mencurigakan.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan dengan baik. Papua adalah rumah bagi banyak satwa endemik, termasuk cenderawasih. Menjaganya tetap lestari adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.
Mengenal Cenderawasih Kerah Besar
Cenderawasih kerah besar atau manulwaki besar memiliki ciri berwarna hitam dengan bulu biru-hijau di bagian dada jantan, dan berwarna cokelat-kemerahan dan bulu dada bagian bawah bergaris-garis warna cokelat pada betina.
Pejantannya bersifat poligami dan melakukan tarian kawin yang memukau dalam dunia burung. Dalam tariannya dia akan menyanyikan nada keras dan cepat, lalu mulai melompat-lompat di depan betinanya.
Menurut IUCN Red List, cenderawasih kerah besar dapat ditemukan di Pegunungan Vogelkop dan Wandamen, Provinsi Papua Barat. Status konservasinya adalah least concern (LC; berisiko rendah), yang berarti spesies-spesies tersebut tidak menghadapi ancaman kepunahan dalam waktu dekat. Meskipun demikian, ancaman terbesar dari spesies ini adalah degradasi dan kehilangan hutan.
Penulis: Nadaa











