Baning Coklat Serahan Warga Dilepasliarkan di Agam

Gardaanimalia.com - Satwa langka dan dilindungi jenis kura-kura kaki gajah atau baning coklat (Manouria emys) dilepasliarkan kembali ke alam oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam di kawasan hutan cagar alam Maninjau pada Jumat (03/09/2021). Kura-kura ini sebelumnya diserahkan oleh Uzi M Fikri (37) warga Jorong Malabur, Nagari Bawan, Kabupaten Agam kepada BKSDA Sumbar melalui Resor Agam, Selasa (31/08/2021).
"Baning coklat yang dilepas itu berjenis kelamin jantan dengan ukuran cangkang/karapas 50 cm x 44 cm, berat 10 kg dan termasuk dalam jenis satwa dilindungi" jelas Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam, Jumat (03/09/2021).
Baning yang langka ini memiliki ciri khas kakinya besar-besar menyerupai kaki gajah. Jari-jarinya juga tidak tampak jelas. Kaki belakangnya berkuku lima sedangkan kaki depan berkuku empat dengan bentuk meruncing.
Baca juga: Bertemu Satwa Liar di Luar Habitatnya? Lakukan Hal Ini
"Sisik-sisik di kakinya menebal serupa kuku serupa perisai," sambung Ade.
BKSDA mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada pelapor yang telah peduli dan membantu dalam upaya penyelamatan baning coklat tersebut. Ini menjadi hal penting mengingat satwa tersebut merupakan jenis yang dilindungi.
Jumlah populasinya di alam juga terus mengalami penurunan. Sejak tahun 2000, IUCN menempatkan baning cokelat ke dalam status terancam kepunahan (Endangered). Sedangkan di Indonesia, satwa ini dimasukan ke dalam jenis satwa liar dilindungi sesuai dengan Undang undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor.P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.
BKSDA berharap jika warga ada yang menemukan satwa liar agar segera menghubungi dan melaporkannya ke petugas BKSDA setempat atau ke call center BKSDA SUMBAR di nomor 081266131222.

Interaksi Ternak dan Harimau Lagi-Lagi Terjadi di Agam
07/05/24
Dua Beruang Madu Diduga Induk dan Anak Masuk Kebun Warga
03/05/24
Terluka di Kebun Kelapa Sawit, Elang Brontok Diselamatkan
27/06/23
Lepas Liar Trenggiling, Langkah Nyata Lestarikan Satwa
25/05/23
Dua Beruang Madu Dilepasliarkan di Area Hutan Produksi
24/01/23
Kerbau Warga Terluka Diduga Karena Harimau Sumatera
01/09/22
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
