Gardaanimalia.com - Seekor anak gajah (Elephas maximus sumatranus) terekam kamera jebak dalam kondisi kaki kiri depan terluka karena terjerat. Dalam rekamannya, gajah berjenis kelamin jantan itu masih berjalan bersama induk dan kelompoknya.
“Benar, dari camera trap terlihat kondisi kaki anak gajah itu, lalu diselamatkan,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Zaidi pada Rabu (12/11/2025), mengutip Kompas.
Kondisi bayi gajah yang terjerat itu pertama kali diketahui pada 24 Oktober 2025. Tim yang terdiri dari BTNWK, Elephant Response Unit (ERU), dan Komunitas untuk Hutan Sumatera (KHS) segera melakukan penyelamatan pada Senin (10/11/2025).
Melalui unggahan @btn_waykambas, terlihat proses penyelamatan berlangsung dengan cara melepaskan tali tambang yang menjerat kaki kanan depan serta kaki kiri belakang gajah tanpa bius.
Dalam keterangannya, disebutkan bahwa anak gajah dalam kondisi sehat, layak untuk dilepasliarkan dan dikembalikan pada kelompoknya. Tidak lupa, tim penyelamat juga memberikan cairan pembersih luka dan salep untuk mengobati luka di kakinya.
Pawang gajah BTNWK, Nazaruddin, menyebutkan bahwa anak gajah itu adalah bagian dari kelompok gajah Hesti dan Fina. Usai mendapat perawatan, anak gajah tersebut langsung dikembalikan ke kelompoknya.
BTNWK menyebut, pihaknya bersama tim ERU masih akan memantau intensif kondisi gajah liar yang terkena jerat itu sampai tujuh hari setelah peristiwa evakuasi.
Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan perilaku anak gajah itu stabil setelah dilepasliarkan.
Sebagaimana terlihat dalam unggahan BTNWK pada Kamis (13/11/2025) lalu, anak gajah yang diselamatkan masih terlihat berada dalam kelompoknya.
Selain itu, kegiatan patroli kawasan dan mitigasi konflik satwa akan ditingkatkan untuk mencegah kejadian berulang di masa depan.










