Berita

BBKSDA Riau Berhasil Evakuasi Beruang Madu di Indragiri Hulu

21/07/2025|Garda Animalia
Beruang madu korban jerat dievakuasi petugas BBKSDA Riau untuk dicek kesehatannya. | Foto: BBKSDA Riau

Beruang madu korban jerat dievakuasi petugas BBKSDA Riau untuk dicek kesehatannya. | Foto: BBKSDA Riau

Gardaanimalia.com - Konflik antara satwa liar dengan manusia tidak hanya terjadi pada spesies harimau dan gajah. Kali ini, beruang madu (Helarctos malayanus) juga mendekati permukiman di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Pada Selasa, 15 Juli 2025, tim penyelamatan satwa dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil mengevakuasi seekor beruang madu yang terjerat karena masuk ke kebun warga.

Evakuasi dilakukan setelah BBKSDA Riau menerima laporan dari warga terkait keberadaan beruang madu pada Senin, 14 Juli 2025. Tim mengevakuasi dengan seksama dan kehatian-hatian, didukung dokter hewan untuk memeriksa kesehatan satwa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, terdapat luka permukaan di kulit akibat jeratan tali nilon. Beruang berjenis kelamin betina itu diperkirakan terjerat selama 48 jam.

Setelah dilakukan observasi awal, BBKSDA Riau memutuskan untuk merehabilitasi satwa berambut hitam tersebut dan membawanya ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) kerja sama BBKSDA Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusomo di Pekanbaru.

Humas BBKSDA Riau Reni ketika dihubungi Garda Animalia mengatakan kondisi beruang madu dalam keadaan sehat.

“Tim medis dari PPS dan BBKSDA terus melakukan pemantauan,” ujar Reni, Minggu (20/7/2025).

Pada waktu yang bersamaan di Bengkalis, pada 15 Juli 2025, ada laporan dari masyarakat mengenai beruang madu yang masuk ke perternakan madu kelulut milik masyarakat. Beruntung, tidak menimbulkan kerugian.

Pada Mei 2025, BBKSDA Riau juga berhasil mengevakuasi seekor beruang madu jantan yang sempat memasuki Desa Makmur Sejahtera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Evakuasi dilakukan bersama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo dan Yayasan Arsari dengan koordinasi dengan pemerintah desa dan aparat keamanan setempat.

Nasib buruk pun menimpa seekor beruang madu lain yang terjerat di Resort Bukit Riambang pada Maret 2025. Tim menemukan bekas luka baru akibat tusukan tombak. Namun, beruang berhasil dievakuasi.

Pihak BBKSDA Riau meminta masyarakat untuk tidak memasang jerat atau melakukan tindakan yang membahayakan satwa yang dilindungi. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan ke BBKSDA Riau jika menemukan ada beruang madu yang masuk ke permukiman masyarakat.


Penulis: Irvan Sjafri