Berita

Binturong Mati di Permukiman Pandeglang, Luka Tembak Ditemukan di Lehernya

19/01/2026|Nadaa
Satu ekor binturong jantan dewasa kehilangan nyawa di Pandeglang diduga karena senapan angin Foto Istimewa - Binturong Ma...

Satu ekor binturong jantan dewasa kehilangan nyawa di Pandeglang, diduga karena senapan angin. | Foto: Istimewa

Gardaanimalia.com - Kemunculan satu ekor binturong (Arctictis binturong) jantan di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang mengejutkan warga Desa Cigandeng.

Melansir Detik, satwa liar itu masuk ke permukiman warga karena hujan deras dan terbawa arus sungai pada Sabtu (17/1/2026).

"Warga mengira itu serigala, kemudian warga berusaha untuk menangkap dengan cara dijerat," ujar Kepala Resort Konservasi Wilayah I Serang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Tuwuh Rahadianto Laban, pada Tribun pada Minggu (18/1/2026).

Sebelum turun ke lokasi, petugas Seksi Konservasi Wilayah I Serang menjelaskan bagaimana evakuasi binturong dilakukan.

"Kita memperoleh informasi bahwa binturong tersebut dievakuasi oleh teman-teman dari instansi BPBD. Kemudian selanjutnya kami dari BKSDA minta lanjuti untuk koordinasi dengan pihak BPBD melakukan evakuasi, dan mengamankan binturong tersebut," lanjutnya. 

Meski diamankan, nyawa binturong tersebut tidak tertolong. Menurutnya, ada luka tembakan di bagian leher.

"Begitu kita cek ada beberapa luka bekas ikatan tali tambang, kawat dan juga yang parahnya ada bekas luka tembak senapan angin di lehernya," katanya, Minggu (18/1/2026).

Tuwuh juga menjelaskan, binturong merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018.

"Binturong jawa, kayak musang bau pandan, persis kaya begitu, cuman ini lebih besar, bulunya lebih lebat," katanya.

Tuwuh belum bisa memastikan penyebab satwa tersebut masuk ke permukiman warga. Dia berencana melakukan pengecekan di kawasan hutan yang tidak jauh dari lokasi penemuan. 

"Untuk memastikan itu ada di area hutan tersebut kita perlu inventarisasi, cuman untuk data sampai sekarang kami belum memiliki, tapi untuk memastikan ke depannya kita melakukan inventarisasi di kawasan hutan tersebut, apakah ada spesies tersebut atau tidak," ujarnya.

Satwa tersebut rencananya akan dikubur di Cakra Alam Gunung Tugu Gede, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang.

"Selanjutnya akan kita kubur di samping pos Cakra Alam Gunung Tugu Gede, agar tidak bau," tutupnya.