Berita

Buaya Berukuran 5,7 Meter Dievakuasi di Inhil, Dirawat Sementara di Kantor Damkar

06/11/2025|Ogi Pratama
Buaya dengan bobot 585 kilogram yang dievakuasi dari Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. | Foto: Media Center Riau

Buaya dengan bobot 585 kilogram yang dievakuasi dari Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. | Foto: Media Center Riau

Gardaanimalia.com - Seekor buaya buaya muara (Crocodylus porosus) berukuran besar ditangkap oleh warga di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, Jumat (31/10/2025).

Setelah ditangkap, buaya dievakuasi ke Kantor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil di Jalan SKB, Kota Tembilahan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Inhil, Junaidi Ismail, akhirnya mengumumkan secara resmi berapa ukuran dan bobot buaya raksasa tersebut, Selasa (4/11/2025).

“Sebelumnya, setelah hanya mengira-ngira, hari ini sebuah kepastian kita dapatkan. Menggunakan timbangan portable milik Dinas Perhubungan Kabupaten Inhil, bobot buaya adalah 585 kilogram dengan panjang 5,7 meter,” ujarnya melalui akun Instagram @damkar.inhil. 

Proses pengukuran itu disaksikan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kementerian Kelautan, Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (Loka KKPL) Pekanbaru, pegiat satwa, dan pihak lainnya. 

Junaidi mengatakan, langkah berikutnya yang akan diambil untuk menangani reptil berukuran jumbo itu akan dikoordinasikan bersama KKP dan instansi terkait lain.

“Yang jelas kami dari Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Inhil akan melakukan perawatan beberapa hari karena kondisi kaki buaya muara belum bergerak sempurna,” ucap Junaidi. 

Sehari sebelumnya, Senin (3/10/2025), beberapa ikatan pada sisi kaki depan dan belakang buaya dilepaskan oleh petugas damkar. Hal ini ditujukan untuk menstabilkan peredaran darah, karena pada kaki bekas ikatan, terdapat kekakuan. 

Tim damkar juga melakukan perawatan berupa memandikan buaya, membersihkan luka dengan larutan NaCl, serta memberikan obat merah pada luka dengan harapan lukanya dapat pulih.

Kondisi kesehatan buaya muara yang disampaikan oleh Junaidi dibenarkan oleh Dokter Hewan dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmat Yusman. 

“Kali ini kami beserta rombongan dokter hewan dan paramedis di bidang peternakan mengecek kondisi keadaan buaya. Buaya dalam kondisi ada beberapa bagian tubuh yang lecet karena bekas diikat,” ujar Rahmat. 

Proses Evakuasi yang Melibatkan Belasan Orang

Uploaded content
Kepala buaya muara berukuran 5,7 meter yang dievakasi dan kini dirawat di Kantor Damkar dan Penyelamaran Kabupaten Indragiri Hilir. | Foto: Media Center RIau

Sebelum sampai ke Kantor Damkar, buaya tersebut dievakuasi oleh masyarakat bersama kepolisian dan damkar karena muncul di aliran sungai dekat permukiman, kemudian terjebak di parit. 

Warga yang melihat kemudian memberitahukan ke warga lain sehingga terjadilah penangkapan dengan cara dijebak menggunakan jebakan sederhana.

Setelah berhasil ditangkap, mulut, kaki, dan tangan buaya diikat untuk memastikan keamanan personel yang melakukan evakuasi.

Reptil berukuran besar jenis buaya muara tersebut dibawa dari jalur darat menggunakan mobil double cabin Toyota Hilux, yang ukurannya masih lebih kecil daripada tubuh buaya itu. Butuh belasan orang untuk mengangkat dan menurunkannya dari atas mobil.

Perjalanan mengevakuasi buaya dari Sungai Undan Reteh ke Tembilahan memerlukan waktu sembilan jam. Oleh karena lamanya perjalanan, personel damkar tetap melaksanakan protap (prosedur tetap) dengan menyiramkan air agar tubuh buaya tetap lembab.

"Evakuasi yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2025 sejak pukul 09.00 hingga pukul 18.30 sampai ke Tembilahan," ungkap Junaidi, mengutip Riau Terkini.

Untuk menurunkan buaya saat tiba di Kantor Damkar, personel menambahkan ikatan tali di tubuh buaya untuk menariknya, lalu mobil dijalankan ke arah berlawanan.

Penangkapan buaya ini adalah salah satu yang terbesar yang pernah tercatat di Kabupaten Inhil. Mengutip Media Center Riau, Junaidi mencatat bahwa penangkapan buaya raksasa dengan panjang 5,2 meter pernah terjadi di Sungai Piyai pada 2022 dan 4,7 meter di Desa Sialang pada 2021.

Selain buaya 5,7 meter ini, pada Oktober 2025 lalu, Damkar Inhil juga berhasil menangkap tiga ekor buaya lainnya dengan ukuran bervariasi, antara 2 hingga 3 meter di beberapa lokasi berbeda.

Kondisi geografis Inhil yang didominasi sungai, rawa, dan hutan mangrove menjadikan wilayah ini habitat alami buaya.

Junaidi menambahkan bahwa fenomena penangkapan buaya berukuran besar kerap terjadi di sekitar akhir dan awal tahun saat musim pasang besar.

“Masyarakat kiranya pada malam hari untuk tidak melakukan aktivitas di sungai, dan ketika air pasang besar juga kepada anak-anak jangan bermain di genangan air luapan dari sungai karena ada potensi buaya bermain di sekitar permukiman masyarakat,” imbau Junaidi.