Dalam Kondisi Sehat, Seekor Owa Diserahkan Warga ke BKSDA

Gardaanimalia.com - Salah seorang warga menemukan satu ekor owa ungko di Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Senin (8/8).
Setelah itu, sang warga pun langsung menyerahkan satwa liar tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat.
Kepala BKSDA Sumatra Barat, Ardi Andono mengatakan, satwa bernama ilmiah Hylobates agilis tersebut diterima secara sukarela dari masyarakat.
"Satwa owa ungko itu berjenis kelamin jantan, umur kurang lebih 6 tahun dalam kondisi sehat," paparnya, Kamis (11/8).
Kemudian, pihaknya melakukan evakuasi satwa menuju Pos Tempat Transit Satwa BKSDA Sumatra Barat untuk dilakukan proses observasi selanjutnya.
Dia mengungkapkan, betapa bahagia mengetahui bahwa masyarakat telah memiliki kesadaran dalam melestarikan satwa liar dilindungi.
"Kita sangat senang adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melindungi satwa dilindungi itu, seperti halnya owa ungko," ujar Ardi.
Saat ini, lanjutnya, populasi Hylobates agilis mengalami penurunan tajam karena perburuan liar untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan eksotis.
Sebagaimana diketahui, satwa tersebut dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.
Berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature, Hylobates agilis memiliki status konservasi Endangered atau terancam.
Sehingga, Ardi mengingatkan warga untuk tidak menjadikan satwa liar sebagai peliharaan. Karena menurutnya, hal itu dapat berdampak fatal.
"Kita mengajak kepada masyarakat agar tidak memelihara satwa liar yang berakibat pada kematian satwa," jelas Ardi.
Dirinya juga menegaskan, apabila ada warga yang memelihara satwa dilindungi kiranya bisa menyerahkan kepada BKSDA atau menghubungi call center BKSDA.

Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu
26/03/25
Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika
22/03/25
Amankan Monyet Peliharaan, BKSDA Jelaskan Bahaya Domestikasi Satwa Liar
15/03/25
Berang-Berang Bukan Peliharaan! Kenali 4 Jenis yang Hidup di Indonesia
14/03/25
FLIGHT: Penyelundupan Burung Kicau sudah Seperti Minum Obat, Tiga Kali Sehari!
13/03/25
Berkelana dengan Lensa ala Regina Safri
08/03/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
