Gardaanimalia.com - Evriani Gea dari Wildlife Ambulance Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala (USK) menyarankan agar ada tim khusus yang fokus mencari air bersih untuk gajah dalam proses evakuasi daerah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya.
Hal ini ia utarakan setelah menerima informasi terkait pelibatan empat ekor gajah jinak untuk membersihkan puing-puing banjir.
"Supaya kegiatan mereka berjalan dengan lancar, harus ada tim yang memang fokus untuk mencari air bersih untuk si gajah. Kan gajah ini (bekerja) siang, ya. Ketika gajah lagi bekerja, sesekali disiram badannya supaya tidak kepanasan dan dia tidak mengamuk," ujanya, Senin (8/12/2025).
Sehari sebelumnya, Evriani mengaku telah berkomunikasi dengan salah satu mahout yang bertugas mengawal gajah-gajah itu. Mahout tersebut bercerita bahwa cuaca di lapangan sangat panas.
Kekhawatirannya terkait ketersediaan air beralasan, sebab menurutnya, akses air bersih di Kabupaten Pidie Jaya masih sulit usai diterjang banjir bandang.
Selain itu, ia mengingatkan agar suplai makanan dan vitamin gajah terpenuhi.
“Misalnya buah-buahan, pisang dan nanas, yang mudah. Jangan pelepah terus. Kalau pandangan saya, gajah yang bekerja keras begitu seharusnya disuntikkan vitamin sesekali,” sambungnya.
Ia menyampaikan, satu individu gajah sumatera yang diterjunkan untuk evakuasi bencana biasanya ditemani sampai empat orang mahout.
Setiap mahout memiliki tugas masing-masing, misalnya membantu mengikat puing-puing yang akan diangkat dan memastikan area aman untuk dipijak gajah.
“Kaki gajah seperti bantalan. Kalau terkena paku, bisa terluka dan infeksi jika tidak segera diobati,” kata Evriani.
Berdasarkan informasi yang diterima Garda Animalia, empat gajah yang diturunkan itu bernama Aziz, Midok, Nonik, dan Abu dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengonfirmasi keterlibatan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dalam operasi pembersihan sudah dimulai hari ini.
Ia memastikan bahwa tempat istirahat gajah, asupan makanan dan suplemen, serta air, cukup untuk empat ekor gajah yang bertugas di Kabupaten Pidie.
“Empat ekor di Kabupaten Pidie saja karena kita juga tidak akan memaksakan. Sekali lagi, kesejahteraan gajah yang utama dipertimbangkan, yang jelas pemda melalui bupati sangat mendukung dan memahami,” ungkapnya.










