Berita

Gajah Mati di Aceh Timur, Tanpa Tanda Kekerasan dan Diduga Minum Racun

28/08/2025|Garda Animalia
Gajah yang ditemukan mati diduga karena minum racun rumput. Tim medis diterjunkan untuk pemeriksaan lebih lanjut. | Foto: kiriman warga

Gajah yang ditemukan mati diduga karena minum racun rumput. Tim medis diterjunkan untuk pemeriksaan lebih lanjut. | Foto: kiriman warga

Gardaanimalia.com Kabar duka kembali datang dari Aceh Timur. Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) jantan berusia sekitar 18 tahun ditemukan mati di kebun warga di Desa Alur Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur pada Selasa (26/8/2025).

Bangkai gajah pertama kali ditemukan oleh tim patroli Forum Konservasi Leuser (FKL) dan kemudian dilaporkan kepada aparat pada Rabu (27/8/2025).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyebut dugaan sementara kematian gajah disebabkan oleh racun.

“Informasi yang kita peroleh sementara, gajah tersebut mati karena keracunan. Tim medis sudah kita turunkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ujang saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).

Lokasi kematian gajah berada di kawasan area penggunaan lain (APL), lahan perkebunan masyarakat yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga.

Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman, menambahkan di sekitar lokasi ditemukan sebuah gubuk warga dalam kondisi rusak parah yang diduga diobrak-abrik satwa tersebut sebelum mati. Polisi juga menemukan jerigen berisi racun rumput dalam keadaan terbuka yang diduga telah diminum gajah itu.

Diduga gajah itu meminum racun rumput. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya dan gadingnya masih utuh,” jelas AKP Sudirman.

Bangkai gajah diperkirakan baru ditemukan sehari setelah kematiannya, ditandai dengan tubuh yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Satwa karismatik yang berstatus sangat terancam punah (critically endangered) menurut Daftar Merah IUCN itu menambah panjang daftar kematian gajah di Aceh, memperlihatkan betapa gentingnya ancaman terhadap populasi satwa kunci ekosistem hutan tropis tersebut.

Gajah sumatera merupakan satwa dilindungi yang menjadi spesies kunci (key species) di ekosistem hutan tropis. Populasinya kian terancam akibat perburuan, fragmentasi habitat, dan konflik dengan manusia, terutama di kawasan yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan atau pemukiman.


Penulis: Mardili