Gardaanimalia.com - Seekor hiu paus (Rhincodon typus) terdampar di pesisir pantai Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (16/1/2026).
Hiu paus dengan panjang sekitar tujuh meter ini ditemukan oleh warga setempat pada pukul 17.30 WITA dalam kondisi hidup. Cuaca buruk dan ukurannya yang besar membuat hiu paus kesulitan kembali ke laut.
Warga setempat ikut membantu satwa dilindungi ini dengan cara mendorongnya ke tengah. Namun, gelombang tinggi dan bobotnya yang besar menghambat usaha tersebut.
Pengendali Ekosistem Hutan Pos Pulau Satonda Taman Nasional Moyo Satonda, Bisri Mustofa mengatakan, pihaknya bersama warga berupaya menyelamatkan satwa hingga tengah malam.
“Kami dan warga setempat sempat berupaya mendorong hewan tersebut ke laut hingga pukul 23.30 WITA. Namun, tidak berhasil karena bobot yang sangat besar ditambah lagi gelombang cukup tinggi,” katanya, dalam Antara, Minggu (18/1/2026).
Bisri menilai, penyebab ikan hiu paus terdampar kemungkinan mengikuti gerombolan ikan teri yang melimpah di perairan sekitar sampai akhirnya terjebak di bibir pantai.
Lebih lanjut, ia mengatakan ikan ini terlihat tidak banyak bergerak saat malam sehingga menimbulkan dugaan hiu paus telah mati.
Sementara keesokannya, Sabtu (17/01/2026), para petugas mencoba kembali ke lokasi kejadian. Akan tetapi, hiu paus sudah tidak ditemukan.
Pihaknya mendapat keterangan dari warga dan nelayan setempat bahwa ikan pemakan plankton ini masih hidup. Lalu, warga berinisiatif mendorongnya bersama-sama hingga berhasil.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat pun meluruskan informasi terkait hiu paus yang mati terdampar tersebut.
Pihaknya menegaskan hiu paus telah berhasil kembali ke laut berkat upaya warga setempat.
“Informasi yang menyebutkan hiu paus terdampar itu sudah mati, itu tidak benar. Hewan lindung tersebut masih hidup dan berhasil didorong kembali oleh warga sekitar ke dalam laut pada pagi hari,” ujarnya.
BKSDA turut mengapresiasi peran aktif masyarakat dan pemerintah desa yang cepat menanggapi kejadian hiu paus terdampar ini.










