Harimau Tak Terlihat Lagi, Penanganan Konflik Dihentikan

Ananda Nurfiana Shafira
3 min read
2023-01-04 20:23:17
Iklan
Belum ada deskripsim Lorem ipsum dolor sit amet, corrupti tempore omnis esse rem.



Gardaanimalia.com - BKSDA Sumatra Barat membongkar kandang jebak yang digunakan untuk mengevakuasi harimau sumatera di Tabuah-Tabuah, Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Ini dilakukan setelah sebulan melaksanakan penanganan konflik. Satwa tersebut tak terpantau lagi di sekitar permukiman dan lahan budi daya masyarakat setempat.

"Berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat dan pemerintah nagari setempat, penanganan dihentikan," ujar Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono di Lubukbasung (3/4/2023).

Sebelumnya, BKSDA Sumbar mendapat laporan konflik antara manusia dengan harimau sumatera pada 6 Desember 2022 lalu. Menanggapi laporan itu, BKSDA pun langsung menerjunkan tim ke lokasi.

Penanganan pun dilakukan berupa penghalauan, dan berakhir pada pemasangan kandang jebak untuk evakuasi.
Berbagai upaya penelusuran keberadaan satwa telah dilakukan BKSDA bersama beberapa pihak.

Pihak lain yang terlibat di antaranya Yayasan Sintas Indonesia, Pemerintah Nagari Pasia Laweh, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia dan masyarakat.

Namun, setelah delapan hari pemasangan kandang jebak. Harimau sumatera tidak terlihat di sekitar lokasi pemukiman, lahan budi daya masyarakat setempat, dan lainnya.

"Bahkan dari pemantauan sebelumnya dengan drone termal milik Yayasan Sintas Indonesia dan empat unit camera trap yang dipasang, satwa tidak terlihat lagi," kata Ardi Andono.

Namun, Ardi tetap mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati. Ia mengimbau agar masyarakat tidak sendirian saat melakukan aktivitas di kebun, menghidupkan api-apian, dan lain-lain.

BKSDA Pasang 4 Kamera Trap untuk Deteksi Harimau Sumatera


Di sisi lain, Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam Maninjau, Ade Putra menambahkan pemasangan empat camera trap dilakukan di beberapa titik sekitar kawasan budi daya masyarakat.

Akan tetapi, visual harimau sumatera tersebut tidak terekam oleh camera trap.

Wali Jorong Palupuh, Beni Saputra berterima kasih kepada Kepala BKSDA Sumbar dan Yayasan Sintas Indonesia karena telah melakukan penanganan interaksi negatif ini selama satu bulan.

"Mudah-mudahan satwa tidak kembali lagi ke pemukiman warga setelah dilakukan penanganan ini," katanya.

Selanjutnya, ia berharap komunikasi terus terjalin dengan BKSDA. Sehingga tim BKSDA Sumbar bisa melakukan penanganan di daerahnya bila terdapat laporan harimau sumatera masuk permukiman.

Tags :
satwa liar satwa dilindungi harimau sumatera hewan endemik kandang jebak
Writer: Ananda Nurfiana Shafira